Walikota Dedy Wahyudi Paparkan Super Apps “Ado Galo” di Lemhannas

Create: Wed, 15/07/2026 - 16:47
Author: Admin 3

 

Bengkulu, eWarta.co -- Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menjadi keynote speaker dalam Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III yang digelar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.

Di hadapan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syazili, serta 25 kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia, Dedy memaparkan rencana aksi pengembangan Smart City Kota Bengkulu melalui aplikasi layanan terintegrasi bernama “Ado Galo”.

Dedy diundang sebagai alumni KPPD Angkatan II. Pada angkatan tersebut, ia juga meraih predikat peserta terbaik bersama sejumlah kepala daerah lainnya.

Dalam paparannya, Dedy menjelaskan perkembangan aplikasi “Ado Galo” yang saat ini memasuki tahap penyempurnaan. Aplikasi tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan Pemerintah Kota Bengkulu dalam satu platform.

“Ya, saya diundang untuk berbagi pengalaman dan melaporkan rencana aksi aplikasi super apps yang saat ini sudah memasuki fase penyempurnaan. Jadi aplikasi ini bisa digunakan untuk semua. Pokoknyo ado galo (semuanya ada),” kata Dedy.

Menurutnya, digitalisasi pelayanan publik saat ini masih menghadapi persoalan banyaknya aplikasi yang dibuat secara terpisah oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Masyarakat harus menggunakan aplikasi berbeda untuk mengakses layanan seperti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), administrasi kependudukan, hingga pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Kondisi tersebut dinilai kurang efisien karena masyarakat harus memasang banyak aplikasi di ponsel. Karena itu, Pemkot Bengkulu mengembangkan “Ado Galo” sebagai satu pintu untuk mengakses berbagai layanan publik.

“Nah, solusinya kita buat satu aplikasi yang menggabungkan semuanya. Mau lapor jalan rusak bisa juga di sini. Idenya didapat ketika saya studi di Singapura yang diselenggarakan Lemhannas. Di Singapura super apps-nya diberi nama Singpass. Kalau di Korea K-Gov. Nah, Kota Bengkulu kita juga akan buat,” jelasnya.

Saat ini, aplikasi “Ado Galo” masih dalam tahap finalisasi. Pemkot Bengkulu juga memperkuat sistem keamanan siber dan menyempurnakan sejumlah fitur sebelum aplikasi tersebut diluncurkan.

Peluncuran “Ado Galo” ditargetkan berlangsung pada Agustus 2026. Aplikasi ini diharapkan mempermudah masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintah melalui satu platform.

Rencana tersebut juga mendapat perhatian Kementerian Dalam Negeri. Menurut Dedy, jika penerapannya berhasil, sistem tersebut berpeluang dikembangkan dan diterapkan di daerah lain.

“Jika ini sukses, Pak Wamen minta saya untuk mempresentasikan secara khusus. Bahkan akan dibagikan ke seluruh daerah se-Indonesia,” tutup Dedy.