SELUMA, eWarta.co – Satlantas Polres Seluma gencar melakukan edukasi dan sosialisasi kepada para sopir kendaraan roda empat yang membawa muatan melebihi kapasitas (overload). Langkah ini diambil guna meningkatkan kesadaran para pengemudi mengenai dampak negatif serta bahaya fatal dari membawa muatan berlebih.
Kasat Lantas Polres Seluma, IPTU Wiwit Sutrisno, S.H., mengungkapkan bahwa upaya preventif ini terus digalakkan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Seluma yang tergolong masih cukup tinggi.
"Muatan yang melebihi kapasitas sangat berisiko memicu kegagalan sistem pengereman dan membuat kendaraan sulit dikendalikan. Mobil yang dipaksa membawa beban melebihi batas aman rekomendasi pabrik memiliki risiko kecelakaan yang sangat tinggi," jelas Wiwit, Selasa (16/6/2026).
Selain memberikan edukasi lisan, Satlantas Polres Seluma juga memberikan blangko teguran simpatik sebagai peringatan awal agar para sopir tidak mengulangi pelanggaran tersebut. Namun, jika pengemudi kedapatan melanggar hingga tiga kali, petugas akan langsung menjatuhkan sanksi tegas.
"Kami mengimbau dan memberikan edukasi melalui blangko teguran simpatik terlebih dahulu. Jika masih membandel setelah tiga kali teguran, kami akan melakukan tindakan tegas berupa sanksi tilang," lanjutnya.
Wiwit menambahkan, penertiban ini tidak hanya menyasar mobil angkutan barang umum, melainkan juga truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang kerap mengabaikan standar keselamatan.
"Sopir truk sawit yang tidak memasang jaring penutup bak juga kami berikan edukasi dan teguran. Masih banyak sopir yang nakal dan lalai tidak memasang jaring, padahal muatan yang jatuh sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya," pungkas Wiwit.









