JEMBER, ewarta.co — Pemandangan tak biasa terlihat di depan Kantor Bupati Jember pada Selasa (22/9/2026). Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), keluar menemui ratusan demonstran tanpa pengawalan ketat.
Suasana yang semula tegang dan riuh oleh orasi mendadak mencair. Gus Fawait membaur di tengah kerumunan, menyalami para demonstran satu per satu, serta mendengarkan langsung poin-poin tuntutan mereka.
Tidak berhenti di situ, demi menepati janji yang pernah ia sampaikan saat berkunjung ke Pasar Tanjung sebelumnya, Gus Fawait langsung mengundang pedagang dan massa aksi untuk berdialog di dalam Pendapa Wahyawibawagraha, rumah dinas Bupati Jember.
Ia juga mengajak perwakilan elemen mahasiswa, buruh, dan masyarakat umum untuk memasuki bangunan yang selama ini identik sebagai simbol kekuasaan tersebut.
"Pendapa ini milik rakyat Jember, bukan milik bupati. Jadi sangat wajar kalau panjenengan semua masuk ke sini untuk menyampaikan aspirasi dan duduk bersama memikirkan kemajuan daerah kita," ujar Gus Fawait di hadapan peserta dialog.
Di dalam pendapa, suasana berlangsung hangat dan kekeluargaan. Berduduk lesehan tanpa sekat formal, dialog interaktif mengalir dinamis selama lebih dari dua jam.
Satu per satu perwakilan pedagang Pasar Tanjung—mulai dari lantai bawah, lantai atas, hingga pedagang di area trotoar—menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Sejumlah isu strategis daerah mengemuka, mulai dari transparansi anggaran, pembenahan infrastruktur jalan di kawasan pelosok, peningkatan kesejahteraan petani, hingga regulasi ketenagakerjaan.
Gus Fawait mencatat langsung poin-poin penting tersebut dan menginstruksikan para kepala dinas terkait yang mendampinginya untuk segera merumuskan solusi konkret.
Menurutnya, aksi unjuk rasa merupakan bagian penting dari kontrol sosial yang harus direspons secara terbuka dan diwujudkan dalam tindakan nyata.
"Kritik dan masukan dari panjenengan semua adalah obat kuat bagi jalannya pemerintahan. Saya berkomitmen penuh untuk mengawal setiap poin tuntutan yang realistis demi kemaslahatan warga Jember," tegasnya.
Selain ruang dialog, peserta yang hadir di Pendapa Kabupaten Jember tersebut juga disajikan jamuan konsumsi.
Sikap adaptif dan persuasif bupati muda ini mendapat sambutan positif dari para peserta aksi. Setelah menerima penjelasan komprehensif serta komitmen dari pemerintah daerah, massa membubarkan diri secara tertib dan damai. Momen ini menjadi sinyal positif munculnya pola komunikasi politik baru di Kabupaten Jember yang mengedepankan pendekatan dialogis.
Penulis: Hafit










