Rumah Warga Sebatang Kara Ludes Terbakar, MWC NU Mayang bersama NU Care- LAZISNU, Lembaga, Badan Otonom NU Inisiasi Program Bedah Rumah

Create: Mon, 21/09/2026 - 12:59
Author: Redaksi

 

JEMBER, ewarta.co – Nasib pilu menimpa Sunaryo alias Pak Yo (58), warga Dusun Tegalan, Desa Sumberkejayan, Kecamatan Mayang, Jember. Rumah yang dihuni pria sebatang kara tersebut ludes terbakar tanpa sisa saat ia tengah bekerja sebagai buruh tani di sawah.

​Tidak ada satu pun perabotan yang selamat dari musibah ini. Selain pakaian yang melekat di badan, satu unit sepeda motor serta dokumen penting seperti KTP ikut hangus terbakar. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, Pak Yo mengaku tak sanggup membangun kembali tempat tinggalnya.

​Menyikapi musibah tersebut, kepedulian warga Nahdliyyin pun mengalir. MWC NU Mayang bersama NU Care-LAZISNU, lembaga, Badan Otonom (Banom) NU, serta para simpatisan bergerak cepat menginisiasi program bedah rumah.

​Acara peluncuran dan peletakan batu pertama pembangunan rumah Pak Yo dilaksanakan pada Minggu (20/9/2026) pukul 08.00 WIB di lokasi kejadian. Kegiatan ini dihadiri jajaran Pengurus MWC NU Mayang, LAZISNU, serta Camat Mayang, Muhammad Najmul Huda.

​Ketua LAZISNU Mayang, Ustadz Muhammad Arifin, menyampaikan bahwa pihaknya baru mengetahui musibah tersebut dua hari pascakejadian, yaitu pada 9 September 2026, berdasarkan laporan dari Pengurus Ranting NU Tegalrejo.

​"Kami langsung melakukan peninjauan lokasi, lalu bermusyawarah dan berkoordinasi dengan MWC NU Mayang. Kami sepakat bahwa rumah tersebut sangat layak mendapat bantuan bedah rumah," ujar Arifin, Senin (21/9/2026).

​Senada dengan Arifin, Ketua MWC NU Mayang, H. Muhammad Hafit Izza, mengapresiasi kepekaan LAZISNU. Pihaknya langsung meminta pengurus menghitung total estimasi anggaran yang dibutuhkan.

​"Kami meminta pengurus LAZISNU berkoordinasi dengan lembaga, Banom, dan Kader Penggerak di bawah MWC NU Mayang. Alhamdulillah, semua mendukung dan ikut patungan memberikan sumbangan agar rumah Pak Yo bisa kembali berdiri," terang Hafit.

​Hafit menambahkan, dalam dua tahun terakhir pihaknya telah tiga kali menggelar aksi bedah rumah bagi warga kurang mampu yang terdampak bencana, yakni dua unit pada 2025 dan satu unit pada 2026. Ia juga mengimbau warga yang memiliki kelebihan rezeki untuk menyalurkan bantuannya melalui LAZISNU MWC NU Mayang.

​Sementara itu, Camat Mayang, Muhammad Najmul Huda, turut memberikan apresiasi atas langkah sigap MWC NU Mayang.

​"Ini adalah tugas mulia untuk meringankan beban saudara kita yang tertimpa musibah. Kami hadir untuk memberikan dukungan moril sekaligus bersilaturahmi dengan para tokoh di Kecamatan Mayang," kata Najmul.

​Dalam kesempatan yang sama, Rais Syuriyah MWC NU Mayang, KH Su'udi Munir, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan tausiyah agar musibah ini dapat dijadikan momentum untuk saling bergotong royong.

​"Pak Camat sebagai pemangku kebijakan bisa membantu dari sisi kebijakan, masyarakat membantu dengan tenaga, para tukang bekerja di lapangan, serta LAZISNU, Muslimat, Fatayat, GP Ansor, hingga IPNU-IPPNU menggerakkan dukungan finansial," tuturnya.

​Di lokasi pembangunan, tampak antusiasme pengurus dan anggota NU sangat tinggi. Warga bahu-membahu bergotong royong demi mewujudkan kembali hunian layak bagi Pak Yo.