Go Internasional! Pemkab Jember Bidik 1.000 Lulusan SMK Kerja di Luar Negeri

Create: Thu, 08/10/2026 - 13:52
Author: Redaksi

 

JEMBER, ewarta.co – Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan 1.000 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dapat terserap di pasar kerja internasional melalui program SMK Go Global. Program ini dirancang untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten, bersertifikat, dan terlindungi secara hukum saat bekerja di luar negeri.

​Target tersebut disampaikan dalam acara Edukasi Perlindungan dan Migran Aman yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, Kamis (8/10/2026).

​Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menegaskan bahwa program ini menyasar lulusan SMK negeri, swasta, hingga SMK berbasis pondok pesantren di wilayah Jember.

​"Program ini memberikan harapan sekaligus kepastian karier bagi anak-anak lulusan SLTA, khususnya SMK, untuk menjangkau peluang kerja yang lebih luas di luar negeri secara resmi," ujar Gus Fawait.

​Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Pj Sekda Jember, Achmad Imam Fauzi, dijelaskan bahwa SMK Go Global dirancang sebagai ekosistem terpadu. Prosesnya mencakup pemetaan kebutuhan pasar kerja, seleksi, pelatihan, sertifikasi, pencocokan pekerjaan (job matching), pemenuhan dokumen, hingga penempatan resmi.

​Sementara itu, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur, Kombes Pol. Tyas Puji Rahadi, menyambut positif potensi besar Kabupaten Jember.

​Data Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) per 7 Oktober 2026 mencatat ada 1.828 warga Jember yang saat ini bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di berbagai negara, mulai dari kawasan Asia, Eropa, Australia, Afrika, hingga Amerika.

​Tyas menambahkan, pemerintah pusat menargetkan peningkatan kapasitas bagi 500.000 calon PMI sepanjang periode 2026–2029. Khusus Jawa Timur, target penyerapan tahun 2026 mencapai 6.800 peserta.

​"Saat ini di Jember baru 76 warga yang mendaftar. Kami optimistis angka ini akan melonjak signifikan setelah adanya sosialisasi program SMK Go Global ini," kata Tyas.