BENGKULU, eWarta.co – Gedung Irna Fatmawati di RSUD M. Yunus Bengkulu kembali beroperasi setelah selesai direnovasi. Gedung berlantai empat tersebut memiliki 80 kamar dengan kapasitas 133 tempat tidur dan mulai digunakan untuk melayani pasien, dengan tahap awal pelayanan dibuka di lantai satu dan dua.

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, SE, saat meninjau RSUD M. Yunus mengatakan renovasi gedung yang sebelumnya mengalami kerusakan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kondisi gedung kini jauh lebih baik dan telah didukung fasilitas yang memadai sesuai standar pelayanan kesehatan.
“Gedung Irna Fatmawati yang sebelumnya terbengkalai akibat kerusakan, saat ini sudah direnovasi. Tentu dengan rampungnya renovasi itu, pelayanan harus optimal,” ujar Teuku.
Selain mengapresiasi beroperasinya kembali gedung perawatan tersebut, Teuku juga menyoroti persoalan utang obat yang masih menjadi beban RSUD M. Yunus. Saat ini total utang obat rumah sakit tersebut mencapai sekitar Rp60 miliar, dengan sebagian di antaranya menjadi kewajiban yang harus segera diselesaikan.
Menurut Teuku, DPRD bersama pemerintah daerah akan mencari skema anggaran yang tepat untuk membantu penyelesaian persoalan tersebut. Ia menegaskan DPRD siap memberikan dukungan selama pihak rumah sakit terus berkomitmen melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bengkulu.
“Ini semata-mata demi peningkatan layanan kesehatan masyarakat Bengkulu. Kalau rumah sakit sudah berbenah dan ingin maju, tentu harus kita dukung bersama,” tegasnya.









