Bengkulu, eWarta.co – Pembangunan terminal tahap pertama Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu telah mencapai sekitar 85 hingga 90 persen. PT Angkasa Pura Indonesia menargetkan penyelesaian fisik bangunan pada akhir Desember 2026, sehingga fasilitas terminal baru dan garbarata dapat dioperasikan paling lambat akhir Januari 2027.
Progres pembangunan tersebut disampaikan General Manager Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Trisna Wijaya, saat berdialog dengan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Anggota DPD RI apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., melalui siaran langsung TikTok dalam agenda apel sosial, Sabtu, 10 Oktober 2026. Pembahasan ini merespons pertanyaan masyarakat mengenai perkembangan pembangunan garbarata yang diharapkan meningkatkan pelayanan penumpang di bandara kebanggaan masyarakat Bengkulu tersebut.
Trisna menjelaskan, penyelesaian garbarata menjadi salah satu prioritas pekerjaan saat ini. Meski kontrak adendum kedua berakhir pada 13 Februari 2027, pihak pelaksana, PT Brantas, telah menyatakan komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan fisik pada akhir Desember 2026.
Setelah pembangunan fisik rampung, Angkasa Pura akan memproses perizinan dan memenuhi prosedur operasional sebelum fasilitas baru digunakan. Proses tersebut diperlukan untuk memastikan terminal, garbarata, serta fasilitas pendukung di sisi udara dapat beroperasi sesuai ketentuan penerbangan.
Selain garbarata, penataan area parkir pesawat juga tengah disiapkan. Trisna menyebutkan, pengukuran dan penataan ulang posisi parkir pesawat telah dilakukan agar pesawat dapat menempati posisi yang sesuai dengan penggunaan garbarata.
Pengoperasian fasilitas baru itu juga membutuhkan dukungan peralatan *pushback car*, yakni kendaraan untuk mendorong pesawat mundur dari posisi parkir sebelum bergerak menuju landasan. Menurut Trisna, pihak bandara telah berkoordinasi dengan penyedia layanan terkait agar peralatan tersebut tersedia saat garbarata mulai dioperasikan.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyambut baik perkembangan pembangunan tersebut. Ia berharap komitmen penyelesaian pekerjaan dapat terealisasi sehingga masyarakat Bengkulu segera menikmati layanan terminal baru dan garbarata pada akhir 2026 hingga awal 2027.
“Tekadnya sudah ada, niatnya sudah ada, progresnya sudah ada. Kita doakan agar dimudahkan,” kata Helmi dalam siaran langsung tersebut.
Helmi juga menegaskan bahwa apel sosial menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan informasi sekaligus merespons pertanyaan dan kritik masyarakat. Melalui forum tersebut, aspirasi warga dapat diteruskan kepada organisasi perangkat daerah maupun instansi teknis yang berwenang.
Di akhir penyampaiannya manajemen Bandara Fatmawati Soekarno meminta dukungan masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bengkulu agar pembangunan serta persiapan operasional berjalan lancar. Kehadiran garbarata dan terminal baru diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus memperkuat pelayanan transportasi udara di Provinsi Bengkulu.










