SELUMA, eWarta.co -- Polres Seluma melalui Satuan Intelijen dan Keamanan (Satintelkam) melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) untuk mengantisipasi dugaan permasalahan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kabupaten Seluma.
Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya informasi sejumlah kendaraan di Kota Bengkulu mengalami gangguan mesin setelah diduga mengisi Pertalite di beberapa SPBU.
Kasatintelkam Polres Seluma, AKP Mohammad Haryanto, S.Sos., mengatakan, Unit II Satintelkam saat ini melakukan Pulbaket terkait informasi tersebut, termasuk mengecek kondisi kendaraan dan SPBU di Kabupaten Seluma.Dari hasil Pulbaket di Bengkel Mobil Mitra Jaya Motor milik Jamil, Desa Lubuk Sahung, Kecamatan Sukaraja, ditemukan sebanyak 10 kendaraan roda empat yang masuk bengkel sejak Kamis, 1 Oktober 2026, dengan keluhan serupa, yakni mesin brebet atau tertahan.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan endapan menyerupai debu semen yang menyumbat bagian saringan bahan bakar pada sejumlah kendaraan.
"Rata-rata kendaraan yang diperbaiki mengaku mengisi BBM di SPBU wilayah Kota Bengkulu," kata Haryanto.
Turut dijelaskan, salah satu pemilik kendaraan mengaku mengisi Pertalite di salah satu SPBU di Kota Bengkulu pada Minggu malam. Keesokan harinya, pemilik kendaraan melakukan perjalanan menuju Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma. Saat perjalanan kembali ke Kota Bengkulu, tepatnya di Desa Lubuk Sahung, Kecamatan Sukaraja, kendaraan mengalami mogok. Kendaraan kemudian dibawa ke Bengkel Mobil Mitra Jaya Motor dengan keluhan mesin brebet dan tertahan.
Selain memeriksa kendaraan, Satintelkam Polres Seluma juga melakukan Pulbaket terhadap pengawas SPBU Tais dan SPBU Sukaraja.
Berdasarkan keterangan pengawas kedua SPBU tersebut, sebelum BBM dijual kepada masyarakat, petugas mengambil sampel dari nozzle atau selang pengisian serta tangki pendam SPBU untuk dilakukan pengecekan. Hasil pemeriksaan secara visual menunjukkan BBM dalam kondisi jernih dan terang. Massa jenis BBM juga disebut masih sesuai dengan standar.
Pengawas SPBU Tais dan SPBU Sukaraja juga memastikan tidak ditemukan endapan atau kotoran di dalam tangki pendam saat dilakukan pengecekan. Hingga saat ini, belum ada masyarakat yang melaporkan kendaraan mengalami kerusakan setelah mengisi BBM di kedua SPBU tersebut.
"Sejauh ini BBM jenis Pertalite di Kabupaten Seluma masih aman. Kami sudah melakukan pengecekan di dua SPBU, yakni SPBU wilayah Sukaraja dan SPBU Kota Tais. Pengawasan terhadap sejumlah SPBU di Kabupaten Seluma juga masih terus dilakukan," jelas Haryanto.
Ia mengimbau masyarakat Kabupaten Seluma untuk segera melaporkan kepada Polres Seluma apabila menemukan BBM yang diduga kotor atau tidak layak digunakan.Laporan dapat disampaikan melalui layanan Call Center Darurat Polres Seluma 110 agar dapat segera ditindaklanjuti.
"Silakan masyarakat segera melapor melalui layanan 110 apabila menemukan BBM yang diduga kotor atau tidak layak digunakan," pungkasnya. (Rns)










