JEMBER, ewarta.co — Suasana Alun-Alun Jember Nusantara bergemuruh pada Sabtu (10/10/2026) malam. Pesta kembang api dan sorak ribuan santri mewarnai hitung mundur penanda pembukaan (Opening Ceremony) Festival Hari Santri Nasional 2026. Perhelatan akbar yang mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas 2045" ini resmi dibuka oleh Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait (Gus Fawait).
Acara pembukaan yang dihadiri oleh ribuan santriwan dan santriwati, tokoh lintas ormas, tokoh agama Islam maupun non-Islam, serta para pengasuh pondok pesantren ini menjadi titik awal pesta santri terbesar di Jember yang akan berlangsung selama 13 hari.
"Jember Baru, Jember Maju! Santri Berdaya, Indonesia Jaya. Hari Santri tahun ini harus menjadi momentum bagi santri untuk menguatkan negeri menuju Indonesia Emas 2045," tegas Gus Fawait dalam sambutannya.
Di hadapan para kontingen, Gus Fawait membakar semangat para santri agar percaya diri menatap masa depan. Ia menegaskan bahwa latar belakang pesantren bukanlah penghalang untuk meraih posisi strategis, termasuk menjadi pemimpin pemerintahan dari tingkat daerah hingga nasional.
“Saya berdiri di sini ingin memberikan pesan bahwa santri tidak hanya pintar mengaji atau membaca kitab, tetapi santri juga bisa menjadi pemimpin, bahkan menjadi Bupati Jember,” ucapnya.
Gus Fawait menambahkan, lulusan pesantren memiliki hak dan kesempatan setara untuk berkontribusi di berbagai bidang. Mengingat catatan sejarah perjuangan bangsa yang besar dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), peran santri kini sudah meluas hingga pembangunan daerah dan nasional.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan santri, Pemerintah Kabupaten Jember menyediakan program beasiswa jalur khusus. “Para peserta yang meraih juara dalam festival ini dapat memperoleh jalur khusus beasiswa kuliah gratis,” ungkapnya.
Gus Fawait juga mencontohkan sejumlah tokoh nasional berlatar belakang pesantren yang pernah menduduki jabatan penting, seperti Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, hingga dirinya sendiri yang kini dipercaya memimpin Kabupaten Jember.
Tahun ini, Pemkab Jember menyiapkan 17 agenda spektakuler yang memadukan syiar agama, budaya, olahraga, hingga ekonomi kreatif:
* Olahraga: Liga Santri (10–20 Oktober 2026) di Stadion Jember Sport Garden (JSG).
* Ekonomi Kreatif: Bazar Produk Pesantren & UMKM (10–22 Oktober 2026, pukul 08.00–00.00 WIB) di Alun-Alun Jember.
* Lomba Keagamaan & Seni:
* MTQ (10–11 Oktober di Kantor Pemkab & Masjid Jami' Al-Baitul Amin)
* Festival Musik Patrol (12 Oktober) & Festival Hadrah Nasional (13–19 Oktober) di Alun-Alun Jember
* Festival Da'i Cilik, Remaja & Dewasa (12 Oktober) & Festival Adzan (13 Oktober) di Gedung Jember Nusantara
* Cerdas Cermat Kitab Safinah (14 Oktober) & Santri Bersinar/Bersih Narkoba (14 Oktober)
* Festival Lalaran Al-Fiyah (15 Oktober) & Pesantren Cinematic Festival (16 Oktober)
* Musabaqah Qira'atil Kutub / MQK (18–20 Oktober)
* Khotmil Qur'an Serentak (21 Oktober) di Kantor Kecamatan se-Kabupaten Jember & Bahtsul Masail (21 Oktober) di Pendopo Wahyawibawagraha.
Rangkaian festival akan ditutup pada 22 Oktober 2026 melalui kegiatan Apel Santri, cek kesehatan gratis, serta donor darah di Alun-Alun Jember pada pagi hari. Malam harinya, acara ditutup secara khidmat dengan Dzikir & Sholawat Hari Santri Nasional mulai pukul 19.00 hingga 00.00 WIB.
Gus Fawait mengajak seluruh masyarakat Jember untuk hadir dan menyukseskan seluruh rangkaian acara tersebut.
Penulis: Hafit










