Warga Bekasi Doakan Almarhum Achmad Sardi, Tangis dan Kenangan Iringi Kepergian Sang Mentor Kehidupan


Bekasi, eWarta.co – Kepergian Drs. H. Achmad Sardi HS., M.Si. tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar di Bengkulu, tetapi juga menyisakan kesedihan bagi warga Bekasi, Jawa Barat, tempat almarhum menghabiskan masa-masa terakhir kehidupannya bersama keluarga tercinta.

Sejak kabar wafatnya ayahanda Anggota DPD RI Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., dan Bupati Seluma Teddy Rahman, S.E., M.M. tersebar, doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir dari para tetangga, sahabat, serta warga yang mengenalnya selama tinggal di Bekasi.

Bagi banyak orang, Achmad Sardi bukan sekadar seorang pensiunan ASN atau tokoh masyarakat. Ia adalah sosok ayah, sahabat, sekaligus mentor yang selalu hadir memberi nasihat dan semangat kepada siapa pun yang datang menemuinya.

Erlina (52), salah seorang warga Bekasi yang mengenal dekat almarhum, mengaku sangat kehilangan sosok yang selama ini dikenal ramah dan ringan tangan membantu sesama.

"Beliau orang yang sangat baik. Kalau bertemu selalu menyapa dan menanyakan kabar. Kami sangat terkejut mendengar kabar beliau berpulang. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau dan menempatkannya di tempat terbaik," ujar Erlina dengan mata berkaca-kaca saat menghadiri doa _nujuh hari_, Senin 15 Juni 2026, malam.

Hal senada disampaikan Ahmadi Keno (60), warga lainnya yang selama bertahun-tahun bertetangga dengan almarhum.

Menurutnya, Achmad Sardi merupakan pribadi yang tidak pernah membeda-bedakan orang. Meski memiliki banyak pengalaman dan dikenal luas, beliau tetap rendah hati dan mudah bergaul dengan siapa saja.

"Pak Wo selalu memberikan motivasi kepada kami. Beliau sering bercerita tentang pentingnya kejujuran, pendidikan, dan berbagi kepada sesama. Kehilangan beliau adalah kehilangan sosok panutan," kata Ahmadi Keno (60).

Kesedihan yang dirasakan warga Bekasi seolah menyatu dengan duka keluarga besar yang hingga kini masih mengenang sosok almarhum sebagai sumber inspirasi dalam kehidupan.

Putri tercinta almarhum, Destita Khairilisani, mengaku kehilangan sosok ayah yang selama ini menjadi tempat bertanya, meminta nasihat, sekaligus sumber kekuatan dalam menjalani berbagai amanah kehidupan.

"Bagi kami, ayah bukan hanya orang tua. Beliau adalah guru kehidupan yang mengajarkan arti kejujuran, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama. Banyak hal yang kami capai hari ini tidak lepas dari doa, pengorbanan, dan bimbingan beliau," ungkap Destita dengan suara bergetar.

Destita mengenang bagaimana sang ayah sejak kecil selalu mengajarkan pentingnya hidup bermanfaat bagi orang lain. Nilai itulah yang hingga kini terus menjadi pegangan keluarga.

Sementara itu, Bupati Seluma Teddy Rahman mengaku kehilangan sosok ayah, sahabat, sekaligus mentor terbaik dalam hidupnya.

"Hari ini kami kehilangan seorang ayah yang luar biasa. Beliau tidak hanya membesarkan kami, tetapi juga membentuk karakter, mengajarkan tanggung jawab, dan menanamkan semangat pengabdian kepada masyarakat. Kami hanya bisa melanjutkan nilai-nilai yang telah beliau wariskan," ujar Teddy.

Menurut Teddy, hingga akhir hayatnya, sang ayah masih memikirkan masa depan Bengkulu dan masyarakat yang dicintainya.

Di rumah sederhana keluarga di Bekasi itulah, almarhum menghabiskan hari-hari terakhirnya dikelilingi anak, cucu, dan keluarga besar yang bergantian merawat serta mendampinginya.

Kini, sosok yang dikenal dengan panggilan akrab "Pak Wo" itu telah kembali ke pangkuan Ilahi dan dimakamkan di tanah kelahirannya di Kembang Mumpo, Kabupaten Seluma, sesuai amanah terakhir yang disampaikannya kepada keluarga.

Meski raganya telah tiada, jejak kebaikan dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskannya terus hidup dalam hati keluarga, sahabat, dan masyarakat yang mengenalnya.

Dari Bekasi hingga Bengkulu, doa terus mengalir untuk almarhum Achmad Sardi. Sebab bagi mereka yang pernah mengenalnya, Pak Wo bukan hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga teladan tentang bagaimana hidup dijalani dengan memberi manfaat bagi orang lain.