BENGKULU, eWarta.co – Pemerintah Kota Bengkulu memastikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Festival Tabut 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menata kawasan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pusat keramaian untuk menciptakan suasana festival yang tertib, nyaman, dan bebas kemacetan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, mengatakan penataan dilakukan untuk menghindari praktik pedagang musiman yang selama ini kerap menggunakan badan jalan sebagai lokasi berjualan, terutama di kawasan depan Sport Center Pantai Panjang yang menjadi titik keramaian selama festival berlangsung.
Menurut Nina, seluruh pelaku UMKM yang terlibat dalam Festival Tabut 2026 akan ditempatkan di lokasi khusus yang telah disiapkan pemerintah. Lokasi tersebut berada di sekitar menara pantau BPBD Kota Bengkulu sehingga aktivitas perdagangan dapat berlangsung lebih tertata tanpa mengganggu arus lalu lintas maupun kenyamanan pengunjung.
“Para pedagang tidak lagi berjualan di badan jalan. Mereka akan ditempatkan di lokasi yang sudah disediakan dekat menara pantau BPBD Kota Bengkulu, sehingga lebih tertata dan nyaman bagi pengunjung,” ujar Nina, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan sistem pengelolaan UMKM pada Festival Tabut tahun ini juga dibuat lebih terorganisir. Setiap pedagang akan mendapatkan tempat usaha yang telah didata dan diberikan nomor khusus untuk memudahkan pengawasan serta pengendalian di lapangan.
Untuk mendukung penataan tersebut, Dinas Pariwisata Kota Bengkulu telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, mulai dari Dinas Perhubungan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Polres Bengkulu, hingga pemerintah kelurahan. Sinergi tersebut dilakukan guna memastikan seluruh kawasan festival berjalan tertib dan aman.
Selain menata lokasi pedagang, pemerintah juga melakukan sterilisasi area parkir agar tidak digunakan sebagai lapak berjualan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketersediaan kantong parkir resmi sekaligus memastikan jalur evakuasi tetap terbuka selama pelaksanaan festival.
Nina optimistis penataan yang dilakukan akan memberikan dampak positif bagi kenyamanan wisatawan dan pelaku usaha. Dengan kawasan yang lebih tertib, pengunjung dapat menikmati berbagai rangkaian Festival Tabut tanpa terganggu kemacetan maupun kepadatan lapak yang tidak teratur.
“Penataan ini dilakukan agar Festival Tabut tidak hanya sukses sebagai agenda budaya dan pariwisata, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM dalam suasana yang aman, nyaman, dan kondusif,” katanya.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu berharap Festival Tabut 2026 dapat menjadi magnet wisata budaya yang semakin menarik minat pengunjung, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM yang tertata dengan baik.









