MUKOMUKO, eWarta.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, perguruan tinggi dan mitra pembangunan untuk mendorong pembangunan rendah karbon. Upaya ini dilakukan melalui penyiapan data, pemetaan potensi daerah hingga penjajakan peluang kerja sama dan pendanaan pembangunan hijau.
Kepala Bapperida Kabupaten Mukomuko, Singgih Pramono, MH, mengatakan pembangunan rendah karbon membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri karena dunia usaha, perguruan tinggi dan mitra pembangunan memiliki peran serta potensi yang dapat saling mendukung.
“Kalau ingin program ini berkembang, tentu kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah punya perencanaan, dunia usaha punya potensi melalui CSR, perguruan tinggi punya kajian dan keilmuan. Ini yang ingin kita satukan agar bisa saling mendukung,” kata Singgih, Jumat (30/10/2026).
Salah satu langkah yang dilakukan Bapperida Mukomuko adalah menyusun peta indikatif kajian Nilai Konservasi Tinggi dan stok karbon tinggi. Pemetaan ini diinisiasi bersama PT SIPEF dan PT Akronesia Teknologi Digital sebagai dasar untuk mengidentifikasi potensi daerah dalam pengembangan pembangunan rendah karbon.
Menurut Singgih, ketersediaan data menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk menjajaki berbagai peluang program dan kerja sama. Dengan pemetaan yang jelas, potensi Mukomuko dapat ditawarkan kepada calon mitra tanpa harus memulai kajian dari awal.
“Potensi itu harus kita kenali dulu dan datanya harus kita siapkan. Dengan begitu, ketika ada peluang program atau kerja sama, kita sudah punya dasar untuk berbicara dan tidak lagi memulai semuanya dari awal,” ujarnya.
Kajian tersebut juga diharapkan membuka peluang dukungan program dan pendanaan dari pemerintah pusat maupun mitra pembangunan internasional. Selain itu, potensi karbon daerah akan terus dikaji untuk melihat kemungkinan penerapan skema pembagian manfaat atau benefit sharing karbon sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Harapannya tentu potensi yang kita miliki tidak berhenti menjadi data. Kita ingin melihat peluang apa yang bisa dikembangkan dari sana, program apa yang bisa masuk dan kerja sama apa yang bisa dibangun untuk memberikan manfaat bagi daerah,” jelasnya.
Singgih menegaskan, Pemkab Mukomuko akan mendorong agar kolaborasi tersebut berlanjut menjadi program nyata, bukan sebatas diskusi dan perencanaan. Penyiapan data dan komunikasi dengan berbagai mitra akan terus diperkuat agar pembangunan rendah karbon memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.










