TEGAL, ewarta.co – Lomba Kampung Nusantara yang digelar Kodim 0712/Tegal tidak sekadar menjadi ajang adu kebersihan. Kegiatan ini juga menjadi panggung unjuk kreativitas, kekompakan, hingga semangat gotong royong warga Kabupaten Tegal.
Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, saat menghadiri puncak acara yang diisi dengan senam bersama dan penyerahan hadiah bagi para pemenang di Makodim 0712/Tegal, Rabu (9/9/2026).
Menurut Ischak, lomba ini menjadi momentum berharga untuk mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan di tingkat desa dan kelurahan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tegal, kami mengucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Ischak.
Ia berharap semangat yang terbangun selama lomba tidak padam seusai pengumuman pemenang. Kebersihan, keamanan, kreativitas, dan budaya gotong royong diharapkan terus membudaya dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga ini menjadi pemacu motivasi bagi desa dan kampung Nusantara di Kabupaten Tegal untuk terus bergotong royong, menjaga kebersihan, dan menciptakan lingkungan yang nyaman,” tambahnya.
Ischak juga mengingatkan bahwa Kabupaten Tegal memiliki rekam jejak baik dalam menjaga kebersihan lingkungan, yang dibuktikan dengan raihan penghargaan Adipura. Hal ini menandakan tinggi kesadaran masyarakat sekitar terhadap kebersihan.
Pada ajang Lomba Kampung Nusantara tahun ini, RT 04/RW 03 Desa Jatinegara, Kecamatan Jatinegara, berhasil menyabet juara pertama. Posisi kedua diraih RT 04/RW 05 Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, sementara peringkat ketiga ditempati RT 22/RW 02 Kelurahan Slawi Wetan, Kecamatan Slawi. Selain tiga besar, panitia memberikan penghargaan untuk 19 kategori lain sebagai bentuk apresiasi atas potensi dan kreativitas peserta.
Menariknya, semarak acara ini turut menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Beragam produk lokal dipamerkan, mulai dari kuliner modern seperti pizza dan es krim, hingga produk tradisional seperti jamu dan tempe ireng. Kehadiran UMKM ini dinilai memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat.
Sementara itu, Dandim 0712/Tegal, Letkol Inf Rachmat Ferdiantono, menegaskan bahwa Lomba Kampung Nusantara bukan sekadar mencari kampung terbaik. Lebih dari itu, ajang ini menjadi wadah merawat nilai-nilai Pancasila, memperkuat gotong royong, menjaga kerukunan, serta merawat kebinekaan.
“Ketahanan sebuah negara pada dasarnya bermula dari ketahanan dan kepedulian di tingkat akar rumput, yaitu desa dan kelurahan,” tegas Rachmat.
Ia menjelaskan, indikator penilaian mencakup penataan lingkungan, kebersihan, keaktifan pos ronda dan siskamling, hingga tingkat kerukunan antarwarga. Rachmat pun mengucapkan selamat kepada para pemenang dan berharap keberhasilan mereka dapat menginspirasi wilayah lain.
Acara puncak Lomba Kampung Nusantara ini turut dihadiri jajaran TNI, pemerintah daerah, kepolisian, kejaksaan, Persit, kepala desa, lurah, dewan juri, tokoh masyarakat, serta warga dan pelaku UMKM dari Kabupaten maupun Kota Tegal. (David)










