BENGKULU,eWARTA.co -- Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Seluma Edison Simbolon-Khairi Yulian (ES-KY) akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat Kabupaten Seluma.
Menurut Edison, pembangunan infrastruktur jalan akan mulai digeber pada awal dirinya menjabat kepala daerah jika nantinya terpilih. Karena jika semua jalan penghubung desa telah terbangun, roda perekonomian masyarakat akan meningkat.
“Saya sudah berkunjung hingga ke desa-desa pedalaman di Kabupaten Seluma ini. Keluhan masyarakatnya sama, yaitu jalan. Oleh karena itu pembangunan infrastruktur jalan ini akan kami geber mulai dari tahun pertama saya dan Khairi Yulian menjabat,” sampai Edison, Jumat (11/9/2020)..
Selain itu kata Edison, per-wajahan Kabupaten Seluma juga akan dimunculkan. Sebab saat ini Kabupaten Seluma belum memiliki wajah ibu kota kabupaten. Sehingga belum memiliki kesan melekat bagi orang atau warga yang melintas di Kabupaten Seluma.
“Saya ingat waktu itu, saya dan Pak Murman membebaskan lahan seluas lima hektare di kawasan simpang enam tersebut, untuk pusat ibu kota kabupaten. Kalau master plan Pak Murman saat itu, di simpang enam itu akan didirikan stadion megah. Insha Allah ini akan kita wujudkan,” ungkap Edison.
Lanjutnya, penempatan sumber daya manusia yang handal juga akan menjadi perhatian serius. Agar roda pemerintahan berjalan dengan maksimal dan efektif. Sebab dengan menempatkan orang yang benar sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki, semua program yang direncanakan yang telah dirancang dalam APBD akan terwujud sesuai dengan yang diharapkan.
“Kita Seluma ini banyak SDM handal, namun belum banyak yang ditempatkan di posisi yang tepat. Sehingga belum begitu sejalan dengan rencana dan program yang dilaksanakan Pemkab Seluma,” imbuhnya.
Edison menambahkan untuk memaksimalkan perputaran ekonomi, seluruh pejabat wajib tinggal dan menetap di Kabupaten Seluma. Karena investasi yang berpeluang memajukan ekonomi masyarakat ada di ASN, yang notabene memiliki gaji dan penghasilan tetap.
“Cari uang di Seluma buangnya di Kota Bengkulu. Jadi Seluma hanya dijadikan ladang, sementara hasilnya dibawa ke tempat lain. Ini juga akan kita rubah polahnya nanti, semua pejabat wajib tinggal dan menepat di Kabupaten Seluma,” tutup Edison. (nor)









