BENGKULU, eWarta.co – Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menanggulangi kasus stunting pada anak, PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) bersama Lembaga Amil Zakat Nasional (YAKESMA) meluncurkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk PELITA (Pelindo Lingkungan Tanpa Anak Stunting) di Kota Bengkulu, Rabu (23/10/2025).

Program PELITA menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan gizi dan kesehatan anak melalui berbagai kegiatan terintegrasi. Kegiatan ini diawali dengan edukasi kepada para orang tua yang memiliki anak berisiko stunting, yang disampaikan langsung oleh tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.
Selain penyuluhan, Pelindo juga menyalurkan paket bantuan gizi lengkap berupa susu, telur, kacang hijau, biskuit bergizi, dan vitamin anak. Pemberian bantuan ini dikombinasikan dengan pemeriksaan kesehatan rutin serta pemantauan pertumbuhan anak selama tiga bulan berturut-turut untuk memastikan efektivitas intervensi yang dilakukan.
Manager Keuangan dan ESDM PT Pelindo Solusi Logistik, Muhammad Aftoni, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret Pelindo dalam mendukung upaya pemerintah menurunkan angka stunting di Bengkulu.
“Kami percaya kolaborasi dan kepedulian bersama adalah kunci keberhasilan dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Melalui Program Pelindo Peduli Stunting ini, kami berkomitmen memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujar Aftoni.
Aftoni menambahkan, PELITA tidak hanya menyalurkan bantuan secara sesaat, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat, kebersihan lingkungan, dan perhatian terhadap tumbuh kembang anak sejak dini.
Sementara itu, Branch Manager YAKESMA Bengkulu, Apra Juliada Putra, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pelindo dalam mengimplementasikan program tersebut. YAKESMA juga menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) untuk memastikan sasaran program tepat guna.
“Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini tidak hanya sekadar pemberian materi, tetapi juga membawa perubahan nyata. Selain bantuan gizi, kami melakukan cek kesehatan berkala agar indikasi stunting dapat segera diintervensi. Harapannya, dengan pola pendampingan yang berkesinambungan, kasus stunting di Kota Bengkulu bisa ditekan hingga tidak ada lagi anak yang mengalami kekurangan gizi,” jelas Apra.
Ia juga menuturkan bahwa paket bantuan yang disalurkan cukup lengkap dan dirancang agar bisa memenuhi kebutuhan gizi anak selama satu bulan. “Kami berharap ibu-ibu penerima manfaat bisa memanfaatkan bantuan ini dengan baik agar anak-anak tumbuh sehat, kuat, dan cerdas,” tambahnya.
Dampak Positif Bagi Masyarakat
Camat Gading Cempaka, Anshar Amin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada Pelindo atas kepedulian sosial yang diberikan kepada warga di wilayahnya.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian Pelindo. Program ini sangat membantu masyarakat, terutama keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas yang memiliki anak berisiko stunting. Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, tapi butuh kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kehadiran Pelindo di tengah warga tentu memberi dampak positif yang nyata,” ungkapnya.
Anshar menjelaskan bahwa di wilayah Kecamatan Gading Cempaka masih terdapat beberapa anak yang tergolong berisiko stunting. Karena itu, pihaknya terus berupaya melakukan intervensi melalui berbagai kegiatan.
Program PELITA dari Pelindo dan YAKESMA diharapkan menjadi contoh kolaborasi strategis antara dunia usaha dan lembaga sosial dalam mendukung agenda nasional penurunan angka stunting demi menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (**)









