BENGKULU, eWarta.co -- Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Provinsi Bengkulu dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu melaksanakan Seminar Daerah "Wawasan Kebangsaan Bagi Generasi Muda Bengkulu" di Masjid Baitul Izzah Padang Harapan Kota Bengkulu, Rabu (15/3/23).
Seminar ini menghadirkan 4 orang narasumber yang membahas berbagai tema penting bagi generasi milenial Bengkulu. Seminar tersebut dilaksanakan dalam rangka menciptakan generasi milenial yang sehat dan tangguh berwawasan kebangsaan.
Ketua Pemuda ICMI Orwil Provinsi Bengkulu, Alfarabi mengatakan, seminar daerah ini bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang sehat dan tangguh serta berwawasan kebangsaan.
"Seminar dalam rangka untuk menghidupkan aktivitas di masjid sekaligus menciptakan generasi milenial yang kuat dan tangguh berwawasan kebangsaan, makanya kita hadirkan 4 narasumber pada seminar ini," kata Alfarabi.
Ia mengatakan, untuk menciptakan generasi milenial yang sehat secara fisik, pihaknya menghadirkan Rahmat Hidayat menjadi salah satu narasumber seminar ini khusus membahas stunting dan pentingnya pencegahan sejak dini.
"Kita ingin generasi milenial ini sehat secara fisik makanya kita mengupayakan agar mereka bisa ikut melakukan pencegahan sejak dini untuk mencegah masalah stunting ini," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga menghadirkan JT Pareke. Di mana dalam seminar ini, beliau membahas tentang tangkal radikalisme dan terorisme di kalangan milenial. Sebab radikalisme dan terorisme masih menjadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia.
"Kita harus terus meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap bahaya radikalisme dan terorisme, terutama bagi generasi milenial," ujarnya.
Tidak hanya bahaya radikalisme dan terorisme, pada seminar ini ICMI Orwil Provinsi Bengkulu juga menghadirkan Dr Lisa Adhrianti. Dimana beliau membahas tentang pentingnya literasi media dan bagaimana mencegah hoaks.
"Kita harus meningkatkan literasi media dan kritis terhadap informasi yang diterima, sehingga kita bisa mencegah penyebaran hoaks," ujarnya.
Kemudian narasumber lainnya yang hadir pada seminar ini yaitu Evan. Dosen UINFAS Bengkulu ini membahas tentang moderasi beragama bagi kalangan milenial. Sebab moderasi beragama sangat penting di era globalisasi dan informasi yang semakin terbuka.
"Kita harus menjaga moderasi beragama, tidak boleh terjebak pada paham-paham radikal yang merusak tatanan kehidupan beragama yang damai dan toleran," tutupnya.
Di sisi lain, Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, A Jamalus mengatakan, pihaknya merasa bangga dengan kegiatan seminar yang dilaksanakan oleh ICMI Orwil Provinsi Bengkulu ini. Menurutnya seminar ini bisa menumbuhkan nilai-nilai wawasan kebangsaan bagi generasi milenial di Bengkulu.
"Kegiatan ini mampu menumbuhkan nilai-nilai wawasan kebangsaan bagi generasi milenial di Bengkulu," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Suhendri mengatakan, bahwa seminar ini diikuti oleh peserta dari 200 orang dari Universitas Bengkulu, 25 orang dari MAN 1, dan 25 orang dari MAN 2 Bengkulu. Ia berharap, kegiatan seminar ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan yang berguna bagi peserta.
"Kegiatan seminar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi generasi milenial Bengkulu," tutupnya.









