SELUMA, eWarta.co -- Sudah disepakati dan diketok palu di DPRD Seluma, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (ABBD-P) tahun 2025, 4 jembatan penghubung Desa Di Kabupaten Seluma akan di Rehab.
4 jembatan penghubung Desa tersebut diharuskan direhab mengingat 2 jembatan yang berada di Kecamatan Ulu Talo, 1 Jembatan yang berada di Desa Lubuk Resam Kecamatan Seluma Utara dan 1 Jembatan di Desa Talang Perapat Kecamatan Seluma Barat mengalami rusak Ringan hingga Rusak Berat.
Wakil Ketua 1 DPRD Seluma Samsul Aswajar mengatakan, meskipun APBD- P sepenuhnya tidak bisa dialokasikan untuk pembangunan fisik namun melalui Dinas PU ada 4 jembatan yang akan direhab dengan total keseluruhan anggran yakni Rp 800.000.000
"Kalau anggran yang tersedia di bangar itu Delapan ratusan juta rupiah untuk empat jembatan, pengerjaan itu di Dinas PU untuk anggran APBD Perubahan, "sampainya, Selasa (30/9/2025).
Dikatakan, diperkirakan rehab jembatan tersebut akan mulai dilaksanakan pada bulan Oktober- Nopember 2025. Pemerintah Daerah Hanya bisa melakukan rehab jembatan, hal ini bukan tanpa alasan mengingat kalau mau melakukan pembangunan waktu pengerjaan tidak akan cukup karena banyak proses yang harus dilakukan mulai dari lelang terbuka sehingga memakan waktu lebih lama karena proses evaluasi yang kompleks. Bukan hanya itu pekerjaan fisik pembangunan jembatan belum bisa dilakukan mengingat anggran yang tersedia hanya sedikit.
"Mungkin pengerjaan itu di bulan 10 atau bulan 11, rehab ringan dan rehab berat. Kalau mau membangun itu mengunakan tender, dan waktunya pasti tidak cukup lagi karena waktunya ini hanya menyisakan lebih kurang tiga bulan, " Sambungnya.
Samsul menjelaskan, rehab jembatan memang sepatunya juga harus dilakukan, mengingat kondisi jembatan di 3 wilayah kecamatan tersebut memang sudah memperihatinkan.
"Jembatan itu memang layak di rehab mengingat kondisinya sudah memperihatinkan, seperti yang di Desa Talang Perapat itu juga perlu di Perbaiki karena selama perbaikan jembatan tersebut selalu dilakukan secara swadaya masyarakat tidak cukup, " Tutupnya. (Rns)









