Bengkulu, eWARTA.co -- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Bengkulu mengizinkan pemerintahan desa menggunakan Dana Desa (DD) untuk membangun sektor kepariwisataan.
Kepala Dinas PMD Provinsi Bengkulu, RA Denni mengatakan adanya pembangunan pariwisata dengan menggunakan Dana Desa, tidak hanya meningkatkan pendapatan bagi desa akan tetapi mampu meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah.
Pengembangan potensi wisata yang ada di desa ini bisa menggunakan Dana Desa yang diterima oleh masing-masing desa, dengan syarat harus memiliki catatan administrasi yang jelas," kata Denni, Senin.
Ia mengaku, jika banyak desa di daerah menjadi desa wisata, tentu akan menjadi kunjungan masyarakat. Sebab yang namanya wisata tidak akan pernah mati, selama dikelola dengan baik dan berinovasi. Dengan berinovasi, menggali potensi desa tentu bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan pendapatan asli desa.

"Kami minta desa untuk melakukan inovasi dengan mengembangkan Desa Wisata khususnya desa yang mempunyai potensi. Sebab, banyak desa di Bengkulu yang punya potensi, namun belum dikembangkan," ujarnya.
Selain itu, Denni mendorong peran serta masyarakat dan pemerintahan desa untuk menjaga segala fasilitas wisata yang selama ini telah dibangun oleh Pemerintah. Jangan justru ikut merusaknya seperti mencuri beberapa bagian perlengkapan dan lainnya.
"Peran serta masyarakat untuk bisa menjaga sarana dan prasarana yang telah kita bangun sangat diharapkan, minimal tidak melakukan aksi coret-coret atau justru mengambil fasilitasnya seperti lampu dan sebagainya," tutupnya.
Adapun penggunaan Dana Desa seperti yang dialokasikan pemerintah yakni 40 persen untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), 8 persen untuk kesehatan dan penanggulangan COVID-19, 20 persen untuk ketahanan pangan, 32 persen untuk operasional pengembangan potensi desa. (Adv)









