Benteng Rotterdam, Wisata Sejarah Menjadi Pilihan Bupati Lutra Bersama Keluarga

Bupati Luwu Utara bersama keluarga
Create: Fri, 07/06/2019 - 20:49
Author: Redaksi

 

SULSEL, ewarta.co - Liburan kali ini tidak semata-mata hanya ingin mengisi waktu luang saja, Bupati Luwu Utara juga memperkenalkan tempat-tempat ber Sejarah di Makassar Sulawesi-Selatan, seperti peninggalan Belanda yang dijadikan museum Rotterdam.

Bupati Luwu Utara, Hj. Indah Putri Indriani mengajak suaminya yang orang Aceh Muhammad Fauzi yang terpilih calon anggota DPR RI dari Partai Golkar dan kedua anaknya, Sarah dan Naura untuk berwisata di Benteng Rotterdam yang ditinggalkan Belanda di Makassar, Jumat (7/6/2019).

"Bupati Lutra Indah sengaja mengajak anak-anaknya dan suami untuknwisata sejarah, agar bisa mengetahui sejarah penjajah Belanda dulu," tutur Indah Putri Indriani.

"Keduanya putrinya merasa berbahagia bisa melihat Penjara dibawah tanah di museum Lagaligo melihat baju bodo, kapal pinisi, bagang perahu, bendi, dan mengenal hari-hari baik dan buruk untuk turun ke sawah, semua ini kita lihat di museum Lagaligo Rotterdam," sampai Naura.

Sekedar diketahui bahwa, Ford Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) kala itu, dan nama Ujung Pandang pernah dipakai nama Kota yang sekarang Makassar adalah sebuah Benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo pada jaman penjajahan Belanda, letaknya benteng ini berada dipinggir pantai barat Kota Makassar, Sulsel.

Benteng Rotterdam ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I Manrugau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapari'si' Kallonna.

Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah lihat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi Benteng ini diganti menjadi batu padas yang berasal dari pegunungan Karst yang ada di daerah Maros.

Benteng ini biasa juga disebut oleh orang Gowa-Makassar yakni benteng Panyyua yang merupakan markas pasukan katak Kerjaan Gowa.

Akhirnya Kerajaan Gowa-Tallo menandatangani perjanjian Bungayya, yang salasatu isinya mewajibkan Kerjaan Gowa untuk menyerahkan benteng ini kepada penjajah Belanda kala itu.

Pada saat Belanda menempati benteng itu, nama Benteng Ujung Pandang diubah menjadi Fort Rotterdam.

Pimpinan Penjajah Belanda kala itu, Cornelis Speelman senfajah memveri nama Fort Rotterdam untuk mengenang tempat kelahirannya di Belanda dan tempat ini digunakan Belanda sebagai pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur.

Selain menikmati Benteng Jum Pandang(Rotterdam), menikmati juga panorama laut pantai di Makassar dengan angin sepoi- sepoi. (YS)