IDAI Ingatkan Risiko Telur Mentah pada Bayi, MPASI Dianjurkan Mulai Usia 6 Bulan

Tags

 

Jakarta, eWarta.co – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua agar tidak memberikan telur mentah atau setengah matang kepada bayi dan anak karena berisiko menyebabkan infeksi bakteri Salmonella. Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio(K), menegaskan pemberian makanan pada bayi harus memperhatikan kecukupan gizi, kesiapan perkembangan, dan keamanan pangan.

IDAI merekomendasikan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, kemudian dilanjutkan bersama makanan pendamping ASI (MPASI) hingga usia dua tahun atau lebih. MPASI secara umum mulai diberikan saat bayi berusia enam bulan, sedangkan pemberian lebih awal sejak usia empat bulan hanya dapat dipertimbangkan berdasarkan penilaian dokter dan kesiapan perkembangan bayi.

IDAI menjelaskan, infeksi Salmonella akibat konsumsi telur mentah atau setengah matang dapat menimbulkan diare, demam, nyeri perut, muntah, hingga dehidrasi. Pada bayi dan anak kecil, infeksi tersebut berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih berat sehingga orang tua perlu memastikan makanan diolah secara aman.

Sebaliknya, telur yang dimasak hingga matang merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan zat gizi penting untuk pertumbuhan anak. IDAI mengimbau orang tua memberikan telur sebagai bagian dari MPASI setelah bayi mencapai usia dan kesiapan makan yang sesuai, dengan tekstur yang disesuaikan dengan kemampuan menelan, serta berkonsultasi dengan dokter jika memiliki keraguan mengenai pemberian makanan pada bayi.