Ekspor Bengkulu Sepanjang 2021 Capai Rp3,1 Triliun

Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat total ekspor di wilayah ini sepanjang Januari hingga November 2021 mencapai Rp3,1 triliun. 

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Bengkulu Budi Hardiyono, mengatakan bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, ekspor Bengkulu mengalami peningkatan sebesar 53,44 persen atau Rp2 triliun lebih.

Budi memaparkan ekspor Provinsi Bengkulu melalui pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu meningkat sebesar 99,69 persen, melalui Teluk bayur turun sebesar 100 persen, melalui Sungai Musi/Boom Baru naik 45,31, melalui Tanjung Priok turun 19,36 persen, melalui Tanjung Emas naik 9,70 persen, melalui Soekarno Hatta turun 88,17 persen, melalui Denpasar/Ngurah Rai turun 51,15 persen, dan melalui pelabuhan lainnya turun sebesar 99,83 persen. 

"Pandemi COVID-19 dan pembatasan sosial berdampak positif pada kegiatan ekspor Bengkulu. Hampir 100 persen nilai ekspor melalui pelabuhan Pulau Baai," kata Budi Hardi, Selasa (4/1/22).

Budi mengatakan dari persentase tersebut, nilai ekspor yang melalui Pelabuhan ini adalah mencapai Rp2,34 triliun jika dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp1,17 triliun. 

Adapun komoditas yang diekspor Provinsi Bengkulu melalui Pelabuhan Pulau Baai, lanjut Budi yaitu batubara Rp2,26 trilun atau 96,60 persen, dan cangkang sawit Rp79,45 miliar atau 3,40 persen.

"Berdasarkan negara tujuannya, tujuan ekspor Bengkulu mendominasi ke negara Tiongkok dengan komoditas andalan adalah batu bara," kata Budi. 

Sementara itu pada periode yang sama impor Provinsi Bengkulu mencapai Rp27,62 miliar. Bila dibandingkan dengan tahun 2020, nilai impor Provinsi Bengkulu mengalami penurunan sebesar 34,11 persen atau sebesar Rp41,90 miliar. 

"Dari nilai ini neraca perdagangan sepanjang 2021 mengalami surplus sebesar Rp3 triliun lebih," pungkas Budi. (Bisri)