Cetak Sejarah! RSD dr. Soebandi Jember Kini Sejajar RSUD dr. Soetomo, Gus Fawait Targetkan Tipe A di 2029

 

JEMBER, eWarta.co – Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember resmi menorehkan lompatan besar dalam sejarah dunia kesehatan. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Jember tersebut kini ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI sebagai Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama berbasis Hospital Based.

​Ketetapan ini tertuang dalam SK Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/111/2026, menjadikan Jember sebagai salah satu dari sedikit daerah yang memiliki otoritas mandiri dalam mencetak tenaga medis ahli.

​Kabar membanggakan ini disampaikan langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), dari ruang perawatannya di RSD dr. Soebandi, Kamis malam (23/4/2026).

​"Ini adalah milestone luar biasa bagi Jember. Di Jawa Timur, hanya ada dua rumah sakit yang dipercaya negara untuk menjalankan program Hospital Based ini: RSUD dr. Soetomo di Surabaya dan kini RSD dr. Soebandi di Jember," ujar Gus Fawait.

​Dengan status baru ini, RSD dr. Soebandi memiliki kewenangan mandiri untuk mendidik, melatih, hingga meluluskan dokter spesialis—sebuah mandat yang selama ini lebih banyak didominasi oleh institusi universitas. Hal ini mengukuhkan posisi Jember sebagai pusat edukasi medis di wilayah Tapal Kuda.

​Kualitas SDM yang Diakui Negara

​Penetapan ini bukan tanpa alasan. RSD dr. Soebandi saat ini diperkuat oleh:

​- 160 tenaga medis profesional

​- 66 dokter spesialis di berbagai bidang klinis

​- 31 konsultan tingkat lanjut

​Gus Fawait, yang tengah menjalani pemulihan kesehatan sejak Senin lalu, mengaku merasakan sendiri kualitas layanan tersebut. "Penanganan medisnya sangat profesional dan komunikatif. Fasilitasnya pun sangat memadai. Jadi warga Jember dan sekitarnya tidak perlu lagi jauh-jauh ke Surabaya untuk mendapatkan penanganan spesialis tingkat tinggi," imbuhnya.

​Meski telah meraih predikat RS Pendidikan Utama, Gus Fawait menegaskan bahwa ini barulah permulaan. Ia telah mematok target besar bagi masa depan kesehatan Jember.

​"Target berikutnya lebih tinggi: menaikkan klasifikasi RSD dr. Soebandi dari Tipe B Pendidikan menjadi Tipe A, klasifikasi tertinggi rumah sakit di Indonesia. Dengan modal SDM dan status saat ini, maksimal tahun 2029 target tersebut harus sudah tercapai," tegas Bupati.

​Selain RSD dr. Soebandi, Gus Fawait juga memberikan apresiasi kepada RS Balung dan RS Kalisat yang terus menunjukkan tren positif sejak berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

​Transformasi ini diharapkan menjadikan Jember sebagai "mercusuar" pelayanan kesehatan di Jawa Timur bagian timur—sebuah daerah yang tidak hanya mampu mengobati, tetapi juga menjadi pabrik pencetak dokter spesialis masa depan. (Hafit/adv)