BI Bengkulu Siapkan Rp1,8 Miliar Uang Penukaran Jelang Lebaran

Create: Wed, 06/04/2022 - 22:17
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu akan melaksakan kegiatan penukaran uang melalui kas keliling dengan jumlah uang kartal yang disediakan sebanyak Rp1,862 miliar. 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Joni Marsius mengatakan kegiatan tersebut akan dilaksanakan sebanyak 7 kali selama momen Puasa Ramadan dan Idul Fitri 1443H/2022 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

"Untuk menjamin kelancaran distribusi uang kartal pada momen Puasa Ramadan dan Idul Fitri, kami menyiapkan uang penukaran senilai Rp1,8 miliar," kata Joni, Rabu (6/4/2022).

Penukaran tersebut, lanjutnya dapat diakses  melalui 13 perbankan di wilayah Kota Bengkulu dan 19 bank di wilayah kas titipan Bank Indonesia yang berada di Kabupaten Bengkulu Selatan, Mukomuko, dan Lubuk Linggau.

Guna menghindari kerumunan, masyarakat diharapkan memesan penukaran terlebih dahulumelalui aplikasi PlNTAR yang dapat diakses pada laman sebelum hadir ke lokasi kas keliling. 

"Pada aplikasi tersebut masyarakat dapat melihat ketersediaan dan kesesuaian pecahan uang dengan kebutuhan, serta lokasi dan waktu operasional kas keliling," ungkap Joni.

Terkait proyeksi kebutuhan uang kartal pada momen Puasa Ramadan dan Idul Fitri 1443 H/2022, Bank Indonesia telah menyiapkan uang mencapai Rp1,7 triliun, yang terdiri dari Rp1,641 triliun uang pecahan besar (UPB) dan Rp66,556 miliar uang pecahan kecil (UPK). 

"Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 56 persen dibandingkan realisasi penarikan uang kartal pada momen Puasa

Ramadan dan Idul Fitri tahun 2021 yaitu sebesar Rp1 triliun," kata Joni Marsius.

Selain itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu siap memenuhi kebutuhan uang kartal di momen Puasa Ramadan dan Idul Fitri 1443 1-1/2022.

Adapun jumlah yang disediakan sebanyak Rp2,292 triliun yang terdiri dari Rp2,046 triliun UPB dan Rp246,024 miliar UPK dan siap untuk didistribusikan melalui penarikan bank serta melalui kas titipan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu. 

"Penyediaan tersebut meningkat 26 persen dibandingkan Tahun 2021 yaitu sebesar Rp1,812 triliun," pungkas Joni.