31 Siswa Sekolah Rakyat Bengkulu Mengundurkan Diri, Kuota SD Masih Dicari


BENGKULU, eWarta.co — Sekitar 31 siswa Sekolah Rakyat di Provinsi Bengkulu mengundurkan diri setelah kegiatan pembelajaran berjalan. Mereka berasal dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Swifanedi, mengatakan pengunduran diri sebagian siswa disebabkan kesulitan beradaptasi dengan sistem pendidikan berasrama. Para siswa harus tinggal jauh dari orang tua dan menjalani pola kehidupan serta aktivitas yang berbeda dari sebelumnya.

“Sebagian ada yang belum bisa beradaptasi karena harus jauh dari orang tua. Ada juga yang belum sanggup menjalani kehidupan selama di asrama,” kata Swifanedi.

Untuk mengisi kekosongan kuota, Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial melakukan penjaringan calon siswa pengganti. Penjaringan dilakukan terhadap calon siswa yang memenuhi kriteria dan persyaratan Program Sekolah Rakyat.

Swifanedi mengatakan kuota siswa pengganti untuk jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi melalui proses seleksi. Calon siswa yang dipilih telah disesuaikan dengan persyaratan yang ditetapkan dalam program.

Sementara untuk jenjang SD, jumlah calon siswa pengganti yang memenuhi kebutuhan kuota masih belum mencukupi. Karena itu, proses penjaringan masih terus dilakukan oleh tim.

Siswa pengganti yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan dijadwalkan mulai mengikuti kegiatan Sekolah Rakyat pada 1 Oktober 2026. Mereka akan mulai masuk dan menjalani kegiatan pendidikan serta kehidupan di asrama.

Pemprov Bengkulu melalui Dinas Sosial terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam proses penggantian siswa. Langkah tersebut dilakukan agar kuota yang tersedia dapat terpenuhi dan kegiatan pembelajaran Sekolah Rakyat berjalan sesuai kapasitas yang ditetapkan.