BLITAR, eWarta.co -- Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Gerindra, Hj. Ratna Dewi Nirwana Sari, S.S., S.H., M.Kn., menegaskan pentingnya peran strategis Muslimat NU dalam memasyarakatkan pola hidup sehat. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam sosialisasi peningkatan kesadaran perilaku hidup sehat bersama Muslimat NU Ranting Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Senin (20/4/2026).
Dalam paparannya, Ratna Dewi menekankan bahwa kesehatan merupakan kesatuan antara fisik dan mental. Kondisi tubuh dan pikiran yang prima diyakini akan meningkatkan energi serta produktivitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Muslimat NU harus menjadi pelopor dalam membangun kesadaran hidup sehat, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas. Ini adalah langkah preventif krusial menuju masyarakat yang lebih sejahtera,” ujar Ratna Dewi.
Legislator Jawa Timur ini menyoroti perlunya perubahan paradigma di masyarakat. Ia mengajak warga untuk beralih dari kebiasaan berobat saat sakit menjadi upaya pencegahan dan pemeliharaan kesehatan secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Ratna menginformasikan bahwa pemerintah telah menyediakan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas yang mencakup:
Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM): Cek tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.
Pemeriksaan Lanjutan: Layanan fungsi jantung (EKG) hingga rontgen sesuai kebutuhan medis.
Layanan Siklus Hidup: Tersedia untuk bayi baru lahir, balita, remaja, hingga lansia.
Guna mempermudah masyarakat, khususnya kaum ibu, Ratna Dewi juga mendorong pemanfaatan platform digital untuk mengakses layanan kesehatan. Masyarakat dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile atau melalui WhatsApp chatbot Kementerian Kesehatan di nomor 081110500567.
“Dengan deteksi dini, kita bisa memitigasi risiko penyakit sejak awal. Jangan menunggu sakit baru berobat. Kesehatan adalah investasi utama bagi masa depan keluarga,” tegasnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari puluhan anggota Muslimat NU Desa Papungan. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para ibu dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Blitar. (Via/adv)









