Orang Tua Calon Peserta Didik Protes, Disdikbud Bengkulu Klarifikasi Isu PPDB Jalur Zonasi

Tags

 

Bengkulu, eWARTA.co – Sejumlah orang tua calon peserta didik melayangkan protes kepada beberapa sekolah terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Saidirman, memberikan klarifikasi atas protes tersebut, menjelaskan bahwa beberapa calon peserta didik terlempar dari zonanya karena beberapa alasan.

"Kami telah mengadakan rapat bersama kepala sekolah di Kota Bengkulu termasuk dengan Ombudsman. Ada beberapa laporan dari orang tua yang mengaku berada dalam zona tetapi tidak mendapatkan tempat di sekolah," kata Saidirman.

Menurut Saidirman, beberapa alasan penolakan tersebut antara lain adanya data yang dimanipulasi saat pendaftaran PPDB. Data yang tidak valid otomatis tertolak. Selain itu, banyak ditemukan Kartu Keluarga yang sudah tidak aktif, sehingga operator sekolah dan Dinas Pendidikan mengembalikan berkas yang diajukan.

"Selain itu, banyak orang tua yang mendaftarkan anaknya ke dua hingga tiga sekolah sekaligus. Akibatnya, sekolah yang paling dekat menolak berkas pendaftaran karena berdasarkan aturan, sekolah pertama yang seharusnya menerima. Namun, kebanyakan sekolah pertama juga menolak karena alasan lain," jelas Saidirman.

Saidirman menegaskan agar para orang tua melaporkan data dengan benar dan memastikan bahwa data yang didaftarkan asli tanpa rekayasa. Dia juga menyarankan agar sekolah yang masih memiliki kuota dalam rombongan belajar (Rombel) dapat mempertimbangkan penerimaan anak-anak tersebut.

Terkait kunjungan Ombudsman ke beberapa sekolah pada hari pertama pengumuman jalur zonasi, Saidirman menjelaskan bahwa Tim PPDB menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penolakan yang dilakukan oleh pihak sekolah. Namun, setelah dilakukan klarifikasi, tidak ada satu pun sekolah yang terbukti melakukan kecurangan. Penolakan tersebut lebih disebabkan oleh kesalahan data yang disampaikan oleh orang tua.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu tetap terbuka terhadap laporan PPDB yang tidak fair, termasuk adanya pungutan liar atau murid titipan. Saidirman menegaskan bahwa tidak ada lagi sekolah di Bengkulu yang masuk kategori favorit. Semua sekolah memiliki fasilitas dan kualitas yang memadai, sehingga terjadi pemerataan pendidikan di seluruh provinsi.