Ekonomi Bengkulu Tumbuh 6,58 Persen Pada Triwulan II

Create: Fri, 05/08/2022 - 15:27
Author: Redaksi

 

Bengkulu, eWarta.co -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat ekonomi Provinsi Bengkulu pada triwulan II-2022 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 6,58 persen.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal dalam keterangannya mengatakan perekonomian Provinsi Bengkulu berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2022 mencapai Rp 22,80 triliun. 

"Pada periode ini pertumbuhan ekonomi Bengkulu mencapai 6,58 persen dengan dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 12,73 triliun," kata Rizal, Jumat (5/8/2022).

„Dibanding triwulan II tahun lalu, lanjutnya, ekonomi Provinsi Bengkulu mengalami pertumbuhan sebesar 4,76 persen.

Rizal mengungkap pertumbuhan ekonomi Bengkulu ditopang sisi produksi, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 17,29 persen. 

"Sementara dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 17,97 persen," sampainya.

Kemudian dari sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,31 persen. Lalu sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi LNPRT mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,18 persen.
„ 
Rizal mengungkap struktur perekonomian di Pulau Sumatera pada triwulan II-2022 didominasi oleh provinsi Riau dengan kontribusi terhadap PDRB Pulau Sumatera sebesar 23,69 persen; diikuti Provinsi Sumatera Utara sebesar 22,54 persen; dan Provinsi Sumatera Selatan 13,69 persen. 

"Sementara itu, Provinsi Bengkulu memiliki kontribusi terhadap PDRB Pulau Sumatera sebesar 2,18 persen," sampainya.

Ekonomi di Pulau Sumatera pada periode ini tumbuh sebesar 4,95 persen. Secara spasial, Provinsi Jambi mengalami pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 5,41 persen. Sementara Provinsi Bengkulu menempati posisi pertumbuhan ekonomi ke 8 dari 10 provinsi di Pulau Sumatera dengan pertumbuhan sebesar 4,76 persen.