BENGKULU,eWARTA.co -- Banyaknya sampah buah kelapa membuat pemandangan di Pantai Panjang Bengkulu tidak bagus dilihat. Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu berencana melakukan pengelolaan sampah organik di kawasan wisata ini.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran DLHK Provinsi Bengkulu Zainubi menjelaskan pengelolaan sampah dimaksud adalah dengan melakukan fermentasi sampah organik.
"Dalam waktu dekat kami akan lakukan pembersihan sampah organik dengan metode fermentasi. Pembersihan ini dengan mencacah sisa buah kelapa dan dilakukan fermentasi sebelum akhirnya dibuang ke penampungan," kata Zainubi, Rabu (16/2/22).
Zainubi mengatakan metode fermentasi lebih efektif dari pada memindahkan banyaknya sampah buah kelapa ke tempat pembuangan akhir.
Dengan fermentasi, lanjut Zainubi, pembusukan sampah buah kelapa akan lebih cepat yakni dalam hitungan hari.
"Fermentasi sisa kelapa akan mengurangi sampah yang berserakan di Pantai Panjang," kata dia.
DLHK pun menargetkan, dalam waktu 6 bulan kawasan wisata ini akan bebas dari sampah kelapa.
Untuk mencapai itu, DLHK turut mendirikan pusat edukasi pengolahan sampah di Pantai Panjang yang nantinya bisa dimanfaatkan secara umum cara mengolah sampah yang ada.
"Pengolahan dan pengaturan jadwalnya akan di atur oleh pedagang setempat,. Kapan mereka siap, kami akan adakan pelatihan mengolah sampah organik," kata Zainubi. (Bisri)









