Bawaslu Santuni Pengawas Pemilu, Depresi

Penyerahan santunan secara simbolis di Aula Kantor Bawaslu Rejang Lebong, Bengkulu
Create: Mon, 20/05/2019 - 15:49
Author: Redaksi

 

Bengkulu, ewarta.co - Bawaslu memberikan santunan kecelakaan kerja bagi Pengawas Pemilu Adhoc Wilayah Kerja Bawaslu Kabupaten Rejang Lebong sebesar Rp 23.100.000.

Pemberian santunan tersebut diserahkan Koordinator Divisi Sengketa/Anggota Bawaslu Prov. Bengkulu, Ediansyah Hasan, kepada petugas Panwas TPS di Desa Ujan Panas Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabiran, Senin (20/5).

"Bentuan yang diberikan merupakan bentuk perhatian dan kepedulian Bawaslu Provinsi Bengkulu kepada anggota Panwaslu yang mengalami kecelakaan kerja saat melaksanakan tugasnya sebagai penyelenggara Pemilu 2019," kata Ediansyah.

Pemberian santunan kecelakaan kerja bagi anggota Panwaslu Adhoc tersebut bukan hanya dilakukan di Kabupaten Rejang Lebong, namun juga dilakukan di beberapa Kabupaten lain di Provinsi Bengkulu yaitu di Kabupaten, Kepahiang, Kabupaten Lebong, Kabupaten Bengkulu Utara, dan Kota Bengkulu.

Sedangkan menurut, Ketua Bawaslu Kabupaten Rejang Lebong, Dodi Hendra Supiaso, bahwa Kabiran mengalami depresi yaitu sering mendatangi TPS dengan membawa segala perlengkapannya sebagai anggota Panwas TPS, dan masih membahas mengenai pelaksanaan Pemilu, meskipun tahapan Pemilu di tingkat TPS sudah selesai.

"Anggota pengawas Pemilu di Rejang Lebong sebenarnya banyak yang mengalami sakit pasca Pemilu 2019, namun yang memenuhi kriteria mengalami kecelakaan kerja dan mendapat santunan hanya Kabiran saja," tambahnya.

Bawaslu Rejang Lebong sendiri sudah pernah membawa Kabiran ke RSJKO Kota Bengkulu untuk mendapat pemeriksaan dan penanganan dari dokter spesialis jiwa, perkembanganya mengalami perbaikan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Bawaslu Rejang Lebong tersebut juga dihadiri anggota Bawaslu Rejang Lebong, Yuli Maria dan Novri Arianas, keluarga penerima santunan serta Kades Ujan Panas.

"Pemberian santunan diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik, untuk yang bersangkutan dan keluarga," tutup Dodi. (DD)