BENGKULU,eWARTA.co -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) siap mendampingi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan petani di Provinsi Bengkulu untuk mengakses kredit usaha rakyat (KUR) agar naik kelas.
"Kami mendorong UMKM dan petani memanfaatkan KUR agar naik kelas ke tingkat yang lebih tinggi sebagai UMKM/petani kelas menengah hingga besar," kata Area Manager PT BSI Tbk Area Bengkulu, Ogi Yogasyara melalui keterangan tertulisnya, Jumat (24/2/23).
Ogi mengatakan pihaknya membuka pembiayaan KUR sejak awal Februari dan sangat diminati masyarakat di mana hingga saat ini sudah tersalur sekitar Rp30 miliar.
“Peminatnya sangat tinggi, sudah sekitar Rp30 miliar yang diakses petani dan UMKM,” kata Ogi.
Dijelaskan Ogi, KUR dikhususkan bagi pelaku usaha untuk menambah modal usahanya. Diharapkan melalui KUR, usahanya makin berkembang baik.
"Total alokasi anggaran KUR 2023 di Bank Syariah Indonesia sebesar Rp14 triliun. Khusus Aceh mendapat Rp3 triliun. Sebesar Rp11 trilun lagi disebar untuk provinsi lain se Indonesia, termasuk Provinsi Bengkulu," terangnya.
Bagi petani yang ingin mengakses KUR BSI, lanjut Ogi dapat mengajukan ke 9 kantor cabang (KC) yakni KC Bengkulu S Parman 1, KC Bengkulu S Parman 2, KCP Bengkulu Panorama, KCP Bengkulu Sudirman, KCP Bengkulu Ampera Manna, KCP Curup, KCP Seluma, KCP Bengkulu Argamakmur dan KCP Mukomuko.
Namun demikian, sebelum mengajukan KUR BSI 2023, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
Syarat-syarat tersebut meliputi usia minimal 21 tahun, memiliki usaha di Kota Bengkulu yang telah berjalan minimal selama 1 tahun dan memiliki NPWP untuk pinjaman di atas Rp50 juta.
Selain itu, petani juga perlu mempersiapkan dokumen-dokumen seperti fotokopi KTP, fotokopi NPWP, dan dokumen usaha.
"Setelah memenuhi syarat-syarat yang diperlukan, baru dapat mengajukan KUR BSI baik langsung maupun secara online," tukasnya.









