BENGKULU, ewarta.co - Pembangunan siring drainase di ruas jalan nasional yang berlokasi di Kelurahan Talang Saling Kecamatan Seluma Kabupaten Seluma, diduga paket siluman.
Pekerjaan ini tidak selesai dan tidak dikerjakan lagi oleh pihak kontraktor selama dua bulan lebih sejak sekitar tanggal 15 April sampai dengan sekarang ini.
Sementara dari penelusuran dan Investigasi di lokasi pekerjaan tidak adanya papan informasi yang tertera pekerjaan siring tersebut, dan diduga dikerjakan asal-asalan, hal itu dikarenakan pekerjaan yang mereka kerjakan tersebut baru ada pasangan siring sekitar 20 meter saat ini sudah retak dan rusak, galian tanah untuk siringan tersebut juga sudah tertimbun kembali sehingga mengakibatkan saat hujan air meluap dan tergenang hingga ke jalan.
Selain itu, pekerjaan yang sudah ditinggal hampir dua bulan ini sudah ditutupi rumput, padahal siringan atau selokan itu sangat berguna untuk mengatasi meluapnya air ke jalan yang saat ini kondisi jalan tersebut sudah longsor.
Diketahui, Pembangunan siringan tersebut merupakan berlokasi di jalan nasional dengan anggaran APBN Balai Sumatra 7 wilayah Bengkulu.
Dari keterangan warga setempat, pembangunan siring tersebut mulai dikerjakan sekitar bulan maret lalu. Namun semenjak menjelang pemilu para pekerja pekerjaan siring tersebut sudah tidak bekerja lagi. Sehingga sampai saat ini sudah rusak dan ditutupi rumput.
"Paling baru 20 meter saja yang dikerjakan, itupun baru sebelah kiri saja. Sedangkan galian mereka kini sudah tertimbun kembali akibat hujan deras," ujar Razi (27) warga Kelurahan Talang Saling, saat dikonfirmasi di kediamannya.
Pekerjaan yang terkesan asal-asalan ini juga dibenarkan oleh, Joko yang merupakan juga warga setempat mengatakan, kalau pekerjaan yang sudah ada tersebut kini sudah retak dan tertutupi rumput.
"Kalau kini la retak lagi pasang siring yang baru beberapa meter saja tersebut, "kata Joko.
Setelah beberapa kali media ini untuk mencoba berkonfirmasi kepihak kontraktor belum dapat ditemui. (YI)









