Pelindo Regional 2 Bengkulu Perkuat Sinergi Dunia Industri dan Kampus Lewat Kuliah Umum di UNIB

Create: Tue, 27/10/2026 - 21:25
Author: Redaksi

 

BENGKULU, ewarta.co – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu memperkuat sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi melalui kuliah umum yang disampaikan General Manager (GM) Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, S.H., M.H., M.Sc., kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu (UNIB), Senin (26/10/2026).

​Kegiatan yang berlangsung di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIB ini mengusung tema “Transformasi Sektor Maritim: Sinergi Pelabuhan, Kelautan, dan Keberlanjutan”. Kuliah umum tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai peran strategis pelabuhan dan peluang pengembangan sektor maritim Indonesia.

​Dalam pemaparannya, Dimas menjelaskan bahwa pelabuhan memegang peranan penting dalam mendukung konektivitas antardaerah, kelancaran distribusi logistik, dan pertumbuhan ekonomi. Sebagai simpul transportasi dan perdagangan, pelabuhan berfungsi sebagai penghubung aktivitas ekonomi antarpulau sekaligus pintu gerbang perdagangan nasional maupun internasional.

​Menurutnya, transformasi sektor maritim tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur kepelabuhanan, tetapi juga membutuhkan penguatan sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan teknologi, pengelolaan sumber daya kelautan, serta komitmen menjaga kelestarian lingkungan laut.

​“Transformasi sektor maritim tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur pelabuhan, tetapi juga mencakup penguatan konektivitas antardaerah, pengelolaan sumber daya kelautan, pemanfaatan teknologi, serta perlindungan lingkungan laut secara berkelanjutan,” ujar Dimas.

​Ia menambahkan, pengelolaan pelabuhan yang efektif dapat meningkatkan efisiensi logistik, memperlancar arus barang, dan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan sektor kepelabuhanan harus berjalan selaras dengan upaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

​Dimas juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi, khususnya Prodi Ilmu Kelautan, dalam menyiapkan SDM yang kompeten, inovatif, dan peduli terhadap lingkungan. Bekal akademik yang selaras dengan kebutuhan industri diharapkan mampu melahirkan gagasan serta solusi untuk menjawab tantangan sektor maritim ke depan.

​Melalui kegiatan ini, para mahasiswa didorong untuk mempersiapkan diri menghadapi perkembangan industri kepelabuhanan dan kelautan yang dinamis. Generasi muda diharapkan tidak sekadar menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga kreatif, adaptif terhadap teknologi, serta siap berkontribusi pada pembangunan nasional.

​Pada kesempatan yang sama, Dimas turut memotivasi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, berani bercita-cita besar, dan mengambil peran nyata dalam memajukan Indonesia sebagai negara maritim.

​“Teruslah bermimpi untuk kemajuan Indonesia. Nilai laut kita jaya,” pesannya.

​Ia berharap kuliah umum ini dapat mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan industri kepelabuhanan, sekaligus membuka ruang tukar pengetahuan demi mewujudkan sektor maritim yang berdaya saing dan berkelanjutan.

​Sinergi antara pengelola pelabuhan, perguruan tinggi, pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan sektor maritim Indonesia. Dengan dukungan SDM berkualitas dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan, potensi kelautan nasional diharapkan mampu dikelola secara optimal guna mendongkrak kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global. (**)