BENGKULU, ewarta.co - Provinsi Bengkulu kembali dilirik oleh investor asing, kali ini investor dari Korea Selatan yang memiliki perusahaan ternama di Jakarta, yakni Pasifik Group.
Calon investor yang berkunjung ke Bengkulu antara lain Chairman Pasifik Group Daniel Koo, Vice Chairman Lee Kwang Yeon, CEO Pasifik Komunikasi Solution Park Jun Young, Ham Shin Douk serta Juru Bicara Budiman.
Kedatangan mereka ini sebagai bentuk balasan dari ajakan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah untuk datang ke Bengkulu usai bertemu pada salah satu acara Internasional di Jakarta beberapa waktu lalu, serta melakukan tahap pengenalan wilayah.
"Kita menawarkan satu sektor pariwisata, yang saya dengungkan itu adalah one Island one Resort, pengelolaan Enggano itu menjadi wisata unggulan kita, bagaimana mengemasnya, termasuk pengelolaan Pantai Panjang sebagai kawasan ikon wisata," katanya, Minggu (17/11).
Kemudian, Rohidin juga menawarkan sebuah industri baja, sebab Bengkulu banyak memiliki potensi pasir besi yang cukup besar di Seluma dan Kaur, Bengkulu mempunyai lahan yang luas, dekat dengan pelabuhan.
Sehingga, hasil dari produksi tersebut bisa langsung ke pelabuhan dan di ekspor ke beberapa negara, adapun untuk pendistribusian di Indonesia, juga akan sangat efisien lantaran Bengkulu mempunyai pelabuhan.
"Sementara kita sekarang sangat terbatas, industri yang mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan baja di Indonesia, Indonesia saja masih kekurangan, makanya tahun ini kalau mau masuk ke sini, lahan tersedia, Pelabuhan siap, bahan baku tersedia," tukas Rohidin.
Kemudian, Rohidin juga menawarkan kepada calon investor dari Korea Selatan yakni di sektor geotermal, karena potensi geothermal Bengkulu lebih dari 1200 megawatt.
Sementara itu, Juru Bicara Investor Korea Selatan dari Pasifik Group ini menyampaikan, bahwa pihaknya belum bisa menentukan di sektor mana akan berinvestasi, Namun semua potensi yang ditawarkan dinilai sangat bagus dan berpotensi.
"Kami belum bisa menentukan, kami melihat potensi yang terbaik yang ada di Bengkulu, sangat berpotensi semuanya. Kita akan lakukan survey lapangan, jadi pariwisatanya juga sangat bagus, kerugian dari segi transportasinya yang ditawarkan juga sangat bagus," sampai Budiman.
Disinggung soal rencana investasi ini lebih mendalam, Budiman enggan memberi tahu, yang jelas, pihaknya akan memastikan dan mempertimbangkannya terlebih dahulu. (Nay)









