Kenalkan Alat Operasi Cesar Tercanggih, RSUD Mukomuko Siap Berikan Pelayanan Terbaik

Laparoskopi, Alat Canggih Untuk Operasi Sistem Reproduksi Wanita
Tags

 

BENGKULU, ewarta.co – Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mukomuko miliki alat Laparoskopi. 

Alat laparoskopi ini berbeda dari yang sebelumnya, karena pada operasi laparoskopi ini tidak dilakukan irisan lebar pada perut pasien.

Pengadaan alat kesehatan ini, bersumber dari anggaran pemerintah pusat yakni Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 kurang lebih mencapai Rp 1,7 Miliar.

Dijelaskan dokter spesialis kandungan, dr. Dodi Hendra, laparoskopi genekologi adalah suatu tindakan pembedahan invastif minimal atau minimal invasive surgery di bidang genekologi yaitu dengan melakukan pembedahan hanya dilakukan melalui irisan kecil 1/2 cm sampai 1 Cm di dinding perut.

Irisan yang dibuat di dinding perut ini biasanya 1 sampai 4 lubang, melalui lubang ini lah dimasukkan alat seperti kamera beresolusi tinggi atau alat operasi untuk melakukan koreksi organ.

Adapun yang bisa dilakukan pada laparoskopi ini yakni Histerektomi yaitu prosedur pengangkatan rahim, Ooforektomi yaitu prosedur pengangkatan indung telur, Miomektomi yaitu prosedur pengangkatan miom serta Kistektomi ovarium yaitu prosedur pengangkatan kista dan indung telur Tubektomi yaitu prosedur sterilisasi pada wanita dan lainnya.

Dalam penanganan masalah infertilitas pertama yang harus dilakukan adalah melakukan proses screening, gunanya untuk melihat adanya gangguan organ atau tidak. Salah satu proses screening itu adalah screening laparoskopi. Dokter selaku operator bisa melihat isi rongga perut wanita atau organ kandungan wanita melalui layar monitor.

" Jika terjadi gangguan organ akan terlihat dan segera dapat ditentukan prosedur tindakan untuk mendiagnosa atau mengobati kelainan atau gangguan yang terjadi pada sistem reproduksi wanita dengan teknik pembedahan laparoskopi ini,” jelasnya, Kamis (19/11).

Keuntungan laparoskopi ini salah satunya karena irisan luka lebih kecil akibatnya pendarahan juga kecil dan nyeri pascaoperasi lebih sedikit sehingga pemberian obat lebih sedikit.

“Operasi laparoskopi ini dalam dua minggu pasca tindakan pasien sudah bisa beraktivitas seperti sebelum operasi,” demikian Dodi.

Alat laparoskopi yang ada di RSUD Mukomuko ini baru dan sudah difungsikan untuk melayani masyarakat sejak pekan lalu. Dengan adanya alat ini di RSUD Mukomuko diharapkan bisa memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat, terkhusus masyarakat Kabupeten Mukomuko.

“Semoga dengan alat baru atau yang disebut laparoskopi di RSUD Mukomuko ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Karena operasi dengan alat ini berbeda pada yang sebelumnya,” ungkap Direktur Utama RSUD Mukomuko Tugur Anjastiko. (Rls/Budi)