Bengkulu, eWarta.co -- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 2,90 persen pada Mei 2026. Sementara itu, inflasi bulanan (month to month/m-to-m) mencapai 0,87 persen dan deflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) sebesar 1,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,38.
Kepala BPS Kota Bengkulu Iin Inayati mengatakan inflasi tahunan dipicu kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman dan tembakau yang naik 6,06 persen. Kenaikan juga terjadi pada kelompok transportasi, restoran, pakaian dan alas kaki, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Menurut Iin, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan dengan andil 1,75 persen. Komoditas yang paling berpengaruh terhadap kenaikan harga antara lain emas perhiasan, cabai merah, daging ayam ras, angkutan udara, dan ikan dencis.
Di sisi lain, kelompok pendidikan dan kesehatan mengalami deflasi masing-masing sebesar 8,31 persen dan 0,27 persen. Komoditas yang memberi andil terbesar terhadap deflasi antara lain biaya Sekolah Menengah Atas, santan segar, bawang putih, tarif rumah sakit, dan bensin.
Untuk inflasi bulanan, kelompok makanan, minuman dan tembakau kembali menjadi penyumbang utama dengan andil 0,59 persen. Kenaikan harga cabai merah, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, dan tomat menjadi faktor dominan pendorong inflasi selama Mei 2026.
Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang deflasi bulanan dengan andil 0,03 persen. Komoditas yang berkontribusi terhadap penurunan harga antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, ikan dencis, kentang, dan makanan hewan peliharaan.
Data tersebut disampaikan dalam Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) Mei 2026 yang digelar BPS Kota Bengkulu dan dihadiri perwakilan instansi terkait, statistisi, serta media massa.









