Gubernur Helmi Hasan dan Unib Bersatu, Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu 8 Persen Melalui Inovasi dan Sinergi

Create: Mon, 10/11/2025 - 14:53
Author: Redaksi

 

BENGKULU, eWarta.co – Sebuah sinergi strategis terjalin antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Universitas Bengkulu (Unib) dalam upaya mengakselerasi pembangunan daerah. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menggelar pertemuan penting dengan Rektor Unib, Prof. Indra Cahyadinata, di Ruang Garuda Balai Raya Semarak pada Senin (10/11/2025), menandai babak baru kolaborasi yang lebih erat.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Helmi menegaskan komitmen Pemprov untuk bahu-membahu bersama Unib di berbagai sektor vital, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan ketahanan pangan, hingga percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pemprov dan Unib harus saling bersinergi. Kemajuan Unib juga berarti kemajuan daerah ini. Ke depan, kami sangat membutuhkan dukungan akademik dan inovasi dari Unib,” ujar Gubernur Helmi, menyoroti pentingnya peran kampus sebagai pilar pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

Helmi menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah adalah kunci utama untuk mewujudkan pembangunan yang tidak hanya cepat, tetapi juga cerdas dan tepat sasaran. “Dengan riset dan pemikiran dari kampus, langkah kita akan lebih terarah,” tambahnya.

Salah satu bukti nyata dari sinergi ini adalah pembangunan Rumah Sakit Pendidikan yang ditargetkan selesai pada Desember 2025 dan siap beroperasi penuh pada tahun 2026. Fasilitas ini akan menjadi pusat layanan kesehatan modern sekaligus wahana pendidikan kedokteran yang krusial bagi Bengkulu.

Lebih jauh, untuk mencapai target ambisius pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, Gubernur Helmi mengusulkan pembentukan tim kecil antara Pemerintah Provinsi dan Unib. Tim ini akan fokus merumuskan strategi dan melakukan kajian ilmiah, khususnya terkait ketahanan pangan dan swasembada daerah, yang sejalan dengan dukungan kuat dari Kementerian Pertanian.

“Melalui tim ini, Unib akan menyusun kajian ilmiah terkait ketahanan pangan dan swasembada daerah,” jelas Helmi, yang sebelumnya sukses memimpin Kota Bengkulu selama dua periode.

Menyambut ajakan kolaborasi ini, Rektor Unib, Prof. Indra Cahyadinata, menyatakan kesiapan penuh kampusnya. Unib siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam riset dan pengembangan kebijakan yang didasari oleh ilmu pengetahuan.

Sebagai langkah konkret, Unib akan fokus pada pengembangan sistem pertanian dan ekonomi berbasis potensi lokal, khususnya di Pulau Enggano.

“Banyak hasil bumi dari Enggano yang bisa menjadi sumber penghasilan masyarakat. Kami siap membantu dengan riset dan model pengembangan yang tepat,” terang Prof. Indra, menggarisbawahi potensi besar pulau terluar tersebut.

Kolaborasi ini semakin diperkuat dengan terwujudnya keinginan manajemen Unib terhadap lahan eks Transito. Pada 27 April 2025, Gubernur Helmi secara resmi menyerahkan hibah lahan seluas sekitar dua hektare di Jalan WR. Supratman kepada Unib. Lahan strategis ini akan dikembangkan menjadi fasilitas pendidikan dan laboratorium praktik bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, mendukung pengembangan SDM yang kompeten di bidang ekonomi.

“Kolaborasi antara Pemprov Bengkulu dan Unib ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju Bengkulu yang maju, berdaya saing, dan sejahtera melalui sinergi ilmu pengetahuan dan kebijakan pembangunan,” tutup Prof. Indra optimis. (Rls)