Cara Mengenal Golongan Obat Hipertensi, Part 1

 

BENGKULU, ewarta.co -- Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus hipertensi di Indonesia sangat banyak, bahkan sampai disebut silent killer. Ia meminta masyarakat untuk rutin cek tekanan darah.

"1 dari 3 orang Indonesia mengidap hipertensi, bahkan angka ini terus meningkat setiap tahunnya. Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena orang dengan tekanan darah tinggi tidak memiliki keluhan," ujar Menkes Budi pada webinar Hari Hipertensi Sedunia, beberapa waktu lalu, seperti dilansir dari Kemenkes.go.id

Padahal, lanjutnya, hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan penyakit lainnya yang menyebabkan kematian dan pembiayaan kesehatan yang sangat besar.

Penatalaksanaan pengobatan Hipertensi yang benar merupakan faktor keberhasilan dalam pencegahan dan pengobatan Hipertensi.

Dua cara penatalaksanaan pengobatan hipertensi sebagai berikut:

1.Penatalaksanaan Hipertensi Non Farmakologi
Penatalaksanaan non farmakologi merupakan pencegahan dan pengobatan hipertensi tanpa menggunakan obat-obatan namun dengan cara perubahan pola hidup seperti:
1. Menurunkan berat badan sampai batas ideal
2. Pola makan sehat dan seimbang
3. Mengurangi konsumsi garam
4. Mengurangi/tidak minum minuman alkohol
5. Olahraga riangan dan teratur
6. Berhenti merokok 
7. Tidur teratur
8. Konsumsi air putih yang cukup

2.Penatalaksanaan Hipertensi Farmakologi
Cara ini mengobati hipertensi dengan mengkonsumsi obat-obat anti hipertensi, berikut golongan obat hipertensi :
1. Diuretik (golongan tiazid, diuretik kuat, diuretik hemat kalium
2. Penghambat Angiotensin Converting Enzyme (ACE)
3. Angiotensin receptor blocker II (ARB) 
4. Calcium Channel Blockers (CCB)
5. Penghambat Adrenoseptor Beta (β-blocker)
6. Alpha-blocker 
7. Agonis alfa-2 sentral
8. Vasodilator

Selanjutnya penjelasan masing-masing obat adalah:
1.Diuretik bekerja untuk meningkatkan ekskresi natrium, air dan klorida, sehingga menurunkan volume darah dan cairan ekstraseluler. Akibatnya terjadi penurunan curah jantung dan tekanan darah. Diuretik terbagi 3 Golongan sebagai berikut :

Pertama Golongan Tiazid
Mekanisme kerja menghambat reabsorpsi sodium atau natrium (Na+) dan penurunan volume plasma yang disebabkan reflex peningkatan sekresi renin dan aldosteron.

Thiazid dapat digunakan sebagai obat tunggal pada hipertensi ringan sampai sedang, atau dalam kombinasi dengan antihipertensi lain bila tekanan darah tidak berhasil diturunkan dengan diuretik saja. 

Contoh Oabat
1. Chlorothiazide (125-500 mg/hari dengan frekuensi 1-2)
2. Chlortalidone (12,5-25 mg/hari dengan frekuensi 1)
3. Hydrochlorthiazide (12,5-50 mg/hari dengan frekuensi 1)
4. Indapamine (1,25-2,5 mg/hari dengan frekuensi 1)
5. Polythiazide (2-4 mg/hari dengan frekuensi 1)
6. dll

Sumber: 
kemenkes.go.id
Syamsudin, 2011
Chobanian et al, 2003

#kemenkes ri #dinkes provinsi bengkulu, #senam sehat,#jantung sehat