BENGKULU, ewarta.co -- Ternyata, daging sapi di Indonesia masih merupakan barang mewah bagi kalangan masyarakat, tak terkecuali di Bengkulu.
Selain harga yang mahal, masyarakat Bengkulu juga lebih memilih mengkonsumsi ikan laut dibandingkan daging sapi untuk menu kesehariannya. Ikan laut cenderung lebih terjangkau dan murah juga lebih disukai.
Berdasarkan survei Litbang Kompas pada tahun 2023, menyatakan, bahwa masyarakat menengah ke bawah masih jarang mengonsumsi daging sapi, bahkan kurang dari 10 kali per-tahun. Survei tersebut senada dengan temuan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menemukan bahwa mengonsumsi daging sapi per kapita di Indonesia ternyata tidak mengalami perubahan dari tahun 2011-2021.
Harga daging sapi yang terus naik menjadi salah satu penyebabnya, sehingga masyarakat kelas menengah ke bawah lebih suka membeli bahan makanan yang lebih terjangkau.
Bahkan impor daging sapi yang dilakukan oleh pemerintah juga tidak terlalu menurunkan harga daging, hal ini terbukti dengan kisaran harga masih tinggi antara 130 -140 Ribu Rupiah per kilogramnya, pembeli utama daging sapi adalah masyarakat kelas menengah ke atas.
Kita ketahui, ada berbagai macam makanan khas asal
Indonesia dengan bahan utama daging sapi. Misalnya, pindang, soto daging sapi, sate dan bahkan Rendang adalah salah satu makanan khas Indonesia yang bahkan sudah diakui oleh Unesco.
Sumber: Gabungan berbagai sumber









