Bengkulu, eWarta.co — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus 2026, Selasa (1/9). Dalam rilis tersebut, inflasi year-on-year (y-on-y) Provinsi Bengkulu tercatat sebesar 3,99 persen dengan IHK 111,43.
Ketua Tim BPS Provinsi Bengkulu, Reny Puspasari, SST, M.E., menyampaikan data tersebut dalam press release BPS Provinsi Bengkulu, Selasa (1/9). Ia menjelaskan inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) Agustus 2026 sebesar 0,31 persen, sedangkan inflasi tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) mencapai 2,32 persen.
Reny mengatakan inflasi tahunan terjadi karena kenaikan indeks harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,43 persen, makanan, minuman dan tembakau 5,38 persen, serta transportasi 4,94 persen.
Selain itu, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya mengalami inflasi 4,12 persen, sedangkan penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,10 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 2,75 persen, sementara perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga meningkat 1,91 persen.
Dari sisi andil, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi y-on-y dengan andil 1,78 persen. Berikutnya transportasi memberikan andil 0,65 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,47 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,40 persen.
Sejumlah komoditas tercatat dominan mendorong inflasi tahunan, di antaranya daging ayam ras, emas perhiasan, bensin, angkutan udara, minyak goreng dan Sigaret Kretek Mesin (SKM). Sementara komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi antara lain bawang merah, santan segar, bawang putih dan tomat.
Untuk wilayah pengukuran, Kabupaten Muko Muko mencatat inflasi y-on-y tertinggi sebesar 5,03 persen dengan IHK 112,18. Sementara Kota Bengkulu mengalami inflasi y-on-y sebesar 3,65 persen dengan IHK 111,18.










