BENGKULU, eWARTA.co - Pencemaran udara yang timbul dari pengolahan minyak kelapa sawit (CPO) PT Agri Andalas telah lama dilaporkan sejumlah perwakilan masyarakat terdampak ke DPRD Seluma, Minggu (7/06/20).
Hal tersebut berdasarkan keterangan dari Tenno Heika, anggota DPRD Kabupaten Seluma kepada media ini.
"Kita sudah lama mendapat laporan warga terkait polusi yang timbul dari pengolahan minyak kelapa sawit sawit Agri Andalas. Kita akan mencari solusi terbaik untuk semua pihak," ungkap Tenno.
Dalam waktu dekat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan unsur pimpinan dan instansi terkait, menjawab keluhan masyarakat tersebut.
"Daerah yang paling terdampak dari asap adalah Kelurahan Dermayu. Memang tidak setiap hari, akan tetapi jika asap pabrik menyelimuti, jalan raya (Bengkulu-Manna-red) di Kelurahan Dermayu terlihat seperti ada kabut dan asap tercium bau angit," jelasnya.
Ditegaskan, dirinya telah berkoordinasi dengan Pimpinan DPRD Seluma untuk menindaklanjuti laporan warga yang telah lama mengeluhkan pencemaran udara.
Senada dengan Tenno, Ketua DPRD Seluma Nofi Eriyan Andesca juga mengungkapkan hal yang sama.
"Kita sudah menerima laporan masyarakat yang terdampak, nanti akan kita tindak lanjuti dan lakukan sidak," tutur Nofi singkat. (Am**)









