Warga Desak APH, ESDM, dan BPBD Bertindak Cepat Dugaan Aktivitas Tambang di Talong Lanut Dinilai Berpotensi Ancam Keselamatan

Tags

 

BOLTIM, eWarta.co – Dugaan aktivitas pertambangan di kawasan Talong, Desa Lanut, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), yang dikaitkan dengan seorang investor berinisial Bos NN, kembali menjadi sorotan masyarakat. Lokasi yang berada di dekat permukiman warga dan rumah ibadah itu dinilai perlu mendapat perhatian serius karena dikhawatirkan berpotensi menimbulkan longsor atau ambruknya lereng, terutama saat musim hujan.

Advetorial

Sejumlah warga mengaku heran karena hingga kini belum terlihat adanya langkah nyata dari Aparat Penegak Hukum (APH), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan pemeriksaan terbuka maupun menyampaikan hasil pengawasan kepada masyarakat.

Menurut warga, jika benar terdapat aktivitas pertambangan di lokasi yang memiliki tingkat kerawanan geologis, maka aspek keselamatan masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama. Mereka menilai instansi terkait tidak seharusnya menunggu terjadinya bencana sebelum melakukan evaluasi dan tindakan.

Masyarakat mendesak APH untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku, ESDM melakukan pemeriksaan terhadap aspek teknis dan perizinan apabila memang terdapat kegiatan pertambangan, serta BPBD segera melakukan kajian potensi bencana di kawasan tersebut agar warga memperoleh kepastian mengenai tingkat risiko yang dihadapi.

Ketiadaan informasi resmi dari instansi terkait dinilai memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Warga berharap pemerintah tidak membiarkan polemik ini berlarut-larut dan segera memberikan penjelasan yang transparan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan.

Advetorial

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut dalam pemberitaan maupun dari APH, ESDM, dan BPBD mengenai dugaan aktivitas di lokasi tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi dari seluruh pihak terkait sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang.

(Rdm)