Walikota Targetkan Kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Bengkulu Capai 96 Persen

Create: Fri, 10/04/2026 - 20:53
Author: Admin 3

 

Bengkulu, eWarta.co – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menargetkan kepesertaan masyarakat dalam program BPJS Kesehatan di Kota Bengkulu mencapai 96 persen pada tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan saat pertemuan forum komunikasi antara Pemerintah Kota Bengkulu dan BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu terkait implementasi strategi pencapaian Universal Health Coverage (UHC) tahun 2026. Pertemuan berlangsung di ruang rapat Balai Kota Merah Putih, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bengkulu Syafrudin Imam Negara beserta jajaran.

Dalam kesempatan itu, Dedy menyampaikan bahwa capaian kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Bengkulu saat ini telah mencapai sekitar 94 persen. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di antara kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.

Meski demikian, masih terdapat sekitar 6 persen masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan sehingga menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Secara umum kita sudah berada di atas rata-rata. Kota Bengkulu juga pernah menerima penghargaan karena capaian kepesertaan di atas 90 persen. Namun ke depan kita menargetkan minimal 96 persen,” ujar Dedy.

Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya mengoptimalkan pemanfaatan pajak rokok untuk mendukung pembiayaan program BPJS Kesehatan.

Selain itu, pemerintah juga akan mengalihkan data masyarakat desil 1 hingga desil 5 ke dalam skema Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), mendorong keterlibatan perusahaan besar melalui program tanggung jawab sosial (CSR) untuk membantu pembiayaan BPJS, serta mengupayakan penganggaran bagi PPPK paruh waktu agar dapat terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Melalui langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu berharap target Universal Health Coverage dapat tercapai pada 2026 sehingga seluruh masyarakat dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan.