BENGKULU, eWarta.co – Di tengah 358 jemaah calon haji kloter 4, tampak sosok Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang kali ini hadir bukan sebagai pejabat, melainkan sebagai jemaah. Mengenakan batik besurek, ia bersama sang istri, Ny. Dian Fitriani, bersiap berangkat menunaikan ibadah haji.
Suasana haru mewarnai pelepasan di Asrama Haji Bengkulu. Pj Sekda Medy Pebriansyah, para asisten, staf ahli, hingga kepala OPD turut hadir melepas keberangkatan. Di momen tersebut, Dedy justru lebih banyak menyampaikan doa bagi sesama jemaah.
“Saya mendoakan Bapak dan Ibu selalu sehat, dimudahkan ibadah hajinya, dan kita pulang dalam keadaan selamat,” ujar Dedy.
Ia juga menegaskan posisinya sebagai bagian dari jemaah, bukan sebagai kepala daerah. Dedy meminta seluruh jemaah, termasuk dirinya, untuk patuh terhadap arahan ketua regu dan ketua kloter selama menjalankan ibadah.
“Insya Allah saya akan bersama Bapak dan Ibu hingga kembali ke tanah air,” katanya.
Setibanya di asrama, Dedy dan istri mengikuti seluruh tahapan pemberangkatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga administrasi. Keduanya bahkan tercatat sebagai jemaah pertama yang mengaktifkan Kartu Nusuk, identitas digital resmi bagi jemaah haji tahun ini.
Keberangkatan ini menjadi momentum bagi Dedy untuk menjalani ibadah sekaligus refleksi spiritual. Ia juga menitipkan doa bagi masyarakat Kota Bengkulu, berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali dalam keadaan sehat.









