Wakafein BI Bengkulu, Ngopi Sambil Berwakaf untuk Dukung Kemandirian Pesantren

Create: Sun, 11/10/2026 - 16:31
Author: Admin 3

 

BENGKULU, eWarta.co – Menikmati secangkir kopi kini bisa menjadi cara untuk berkontribusi bagi pendidikan dan pemberdayaan ekonomi pesantren. Inovasi tersebut dihadirkan Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu lewat program Wakafein dalam gelaran Bencoolen Fest 2026 di halaman parkir Bencoolen Mall.

Program ini memadukan promosi kopi lokal dengan edukasi wakaf uang yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial dan usaha produktif. Pengunjung tidak hanya diperkenalkan pada kopi khas Bengkulu, tetapi juga diajak memahami bahwa wakaf dapat dilakukan dalam bentuk uang, bukan hanya tanah atau bangunan.

Agus Rewayudi, mahasiswa yang terlibat sebagai anggota Generasi Baru Indonesia (GenBI), mengatakan Wakafein menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan konsep wakaf kepada masyarakat melalui kegiatan yang akrab dengan keseharian mereka.

“Bank Indonesia menunjukkan bahwa wakaf itu tidak hanya dalam bentuk tanah saja, tapi wakaf itu juga bisa dalam bentuk uang,” jelas Agus saat ditemui di lokasi kegiatan.

Menurut Agus, pemilihan kopi berkaitan dengan potensi Bengkulu sebagai daerah penghasil kopi, terutama jenis robusta dan arabika. Kopi yang ditawarkan dalam program tersebut dibeli Bank Indonesia dari petani binaan, kemudian dipasarkan melalui kerja sama dengan mitra usaha kopi lokal.

Melalui skema itu, program Wakafein diharapkan dapat membuka ruang promosi bagi kopi Bengkulu sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan wakaf produktif. Pendekatan ini juga mempertemukan sektor pertanian, usaha kopi, dan kegiatan sosial dalam satu program yang saling mendukung.

Dana wakaf yang dihimpun melalui program tersebut disalurkan melalui Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk mendukung pengembangan usaha produktif di lingkungan pondok pesantren yang bekerja sama. Salah satu bentuk kegiatan yang direncanakan ialah budidaya ikan lele, yang diharapkan dapat membantu pesantren mengembangkan sumber pendapatan secara mandiri.

Pengembangan usaha produktif tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung keberlanjutan kegiatan pendidikan di pesantren. Dengan pengelolaan yang tepat, wakaf uang berpeluang menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kemandirian lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

Agus menyebut program Wakafein telah dimulai sejak 2025 dan berpotensi diperluas melalui kolaborasi dengan lebih banyak pelaku usaha kopi. Langkah ini diharapkan memperluas jangkauan pemasaran kopi lokal sekaligus mengenalkan manfaat wakaf uang kepada masyarakat yang lebih luas.

Salah seorang pengunjung Bencoolen Fest 2026, Arun, mengapresiasi konsep tersebut karena memberikan pengalaman berbeda saat menikmati kopi. Menurutnya, kegiatan ini memungkinkan masyarakat menikmati produk lokal sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan yang memiliki manfaat sosial.

“Sangat bagus sekali, kita berharap selalu ada gebrakan seperti ini,” ujar Arun.

Kehadiran Wakafein di Bencoolen Fest 2026 memperlihatkan bagaimana potensi komoditas lokal dapat dipadukan dengan pengembangan ekonomi syariah. Melalui program ini, Bank Indonesia Bengkulu mendorong keterlibatan masyarakat dalam wakaf uang sekaligus membuka peluang bagi kopi lokal dan usaha produktif pesantren untuk berkembang.