SELUMA, eWarta.co – Upaya menurunkan angka kemiskinan masih menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma. Wakil Bupati Seluma, Gustianto, menyebut bahwa pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan dan jembatan, merupakan kunci utama dalam mengentaskan kemiskinan di daerah tersebut.
Menurut Wabup, buruknya akses jalan menuju pemukiman masyarakat di wilayah perbukitan dan pegunungan menjadi salah satu penyebab utama rendahnya tingkat kesejahteraan warga.
Kondisi infrastruktur yang rusak tidak hanya menghambat produktivitas ekonomi, tetapi juga memicu tingginya biaya mobilisasi hasil pertanian. Selain itu, akses yang terbatas menuju fasilitas kesehatan dan pendidikan turut mengakibatkan rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
"Angka kemiskinan kita banyak disumbang dari wilayah pegunungan. Wilayah kita terbagi dua, pesisir dan pegunungan. Di daerah pegunungan, faktor utamanya adalah masalah infrastruktur dan aksesibilitas," jelas Gustianto, Rabu (6/5/2026).
Meski tantangan infrastruktur masih membayangi, Gustianto optimis angka kemiskinan di Kabupaten Seluma perlahan mulai menurun. Hal ini didorong oleh meningkatnya iklim investasi yang masuk ke daerah, yang berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja.
"Alhamdulillah, saat ini kita melihat ada peningkatan ekonomi. Terbukti dengan jumlah pabrik CPO yang kini sudah mencapai 11 pabrik. Kehadiran industri ini telah menyerap banyak tenaga kerja lokal," ungkapnya.
Gustianto menambahkan bahwa perkembangan perkebunan rakyat dan swasta juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Ia berharap dengan sinergi antara pembangunan infrastruktur dan investasi, angka kemiskinan di Seluma dapat terus ditekan secara signifikan.
"Dengan adanya perkebunan rakyat dan swasta, Insya Allah tahun ini kita bisa keluar dari zona kemiskinan," tutupnya.
Reporter: Rns









