Bengkulu Selatan, eWarta.co – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan menyiapkan langkah pencegahan menyusul tewasnya seorang pelajar, Reyfando Arifqi (17), akibat perkelahian di kawasan Sudut Lupis, Kecamatan Pasar Manna, Rabu (8/7/2026) malam. Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena melibatkan kalangan remaja.
Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, mengatakan pemerintah akan melakukan evaluasi bersama aparat keamanan dan instansi terkait untuk mengidentifikasi penyebab kejadian. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
"Kita akan mempelajari terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab kejadian ini. Tentu akan ada langkah-langkah yang dilakukan oleh aparat keamanan maupun pemerintah daerah untuk mencegah kejadian serupa ke depan," ujar Yevri, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Yevri, masa libur sekolah harus dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif dan produktif. Ia mengingatkan para pelajar agar tidak menghabiskan waktu dengan aktivitas yang berpotensi memicu gangguan keamanan, terutama pada malam hari.
Pemerintah daerah juga akan memperkuat koordinasi dengan sekolah, orang tua, pemerintah desa, serta aparat keamanan dalam melakukan pembinaan terhadap remaja. Pengawasan terhadap aktivitas pelajar di luar rumah akan menjadi salah satu fokus yang akan dibahas bersama.
"Jangan sampai libur sekolah ini digunakan untuk hal-hal negatif. Nanti akan kita bahas bersama bagaimana mengatasi remaja-remaja yang sering keluar pada malam hari," katanya.
Sebagai tindak lanjut, Polsek Kota Manna bersama Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bengkulu Selatan menggelar patroli gabungan di sejumlah titik di Kecamatan Kota Manna. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga situasi kamtibmas sekaligus merespons laporan masyarakat mengenai aktivitas remaja pada malam hari.
Pemkab Bengkulu Selatan berharap keterlibatan seluruh elemen masyarakat dapat diperkuat dalam mengawasi dan membina generasi muda. Sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan aparat keamanan dinilai menjadi kunci untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.










