Vaksin Sinovac Diyakini Efektif Cegah COVID B117

Vaksin Sinovac Diyakini Efektif Cegah COVID
Create: Sat, 06/03/2021 - 16:04
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu menyebutkan vaksin Sinovac efektif mencegah penularan COVID-19 varian baru B117.

Kepala Dinkes Herwan Antoni mengatakan adanya penambahan antibodi melalui penyuntikan vaksin virus COVID-19 dapat membunuh varian B117 di dalam tubuh manusia. 

"Vaksin ini efektif memberikan perlindungan bagi tubuh kita baik dari paparan corona Sars-cov2 maupun B-117 yang saat ini sudah bermutasi," kata Herwan, Sabtu (5/3/2021).

Herwan meyakini vaksin Sinovac dapat membunuh virus ini dan menghambat mutasi virus-virus baru dalam tubuh manusia.

Saat ini manusia memiliki antibodi yang memiliki respon berbeda dalam membunuh virus. Sementara beberapa varian baru tampaknya memiliki perubahan yang memengaruhi respons imun, meski hanya berbeda sedikit.

Virus varian B-117 lebih mudah menular ke manusia dibanding Sars-cov2. Namun kendati demikian, para ilmuwan mengatakan dengan yakin bahwa sistem kekebalan tubuh masih dapat menangani varian yang bermunculan saat ini.

Herwan mengatakan, transmisi atau penyebaran virus ini sama halnya dengan virus sars lainnya. Dengan media penyebar yakni udara dan mobilitas tubuh manusia, Herwan meminta masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup sehat. 

"Meski sudah ada vaksinnya, masyarakat tetap harus memperhatikan kesehatan dengan menerapkan 5m, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak komunikasi, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas," kata Herwan.

Melihat berbagai sumber, cara penularan varian B-117 sama, tapi mutasi pada varian ini membantu memasuki sel manusia dengan lebih mudah. Yang mana jika seseorang menghirup udara yang mengandung partikel virus di dalamnya, partikel itu akan lebih mungkin menginfeksi beberapa sel di saluran pernafasan, dan akhirnya masuk ke paru-paru.

Perubahan yang mengkhawatirkan dari varian B117 adalah lonjakan protein spike yang ada pada permukaan virus berupa paku-paku di permukaan dan menjadi pintu masuk virus ke sel, menjadikannya lebih mudah menempel di sel. (Bisri)