Usai Tragedi Drag Race, Muliadi Paputungan Serukan Semangat Mototompiaan, Mototabian bo Mototanoban

Tags

 

KOTAMOBAGU, eWarta.co — Tragedi kecelakaan dalam ajang Drag Race di Kotamobagu yang menelan korban jiwa dan menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka mendapat perhatian dan keprihatinan dari berbagai pihak.

Salah satunya disampaikan Muliadi Paputungan, S.AP, yang menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban meninggal dunia. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.

Muliadi juga memberikan doa dan dukungan kepada para korban yang masih menjalani perawatan. Ia berharap seluruh korban yang mengalami luka-luka segera memperoleh penanganan terbaik dan diberikan kesembuhan sehingga dapat kembali berkumpul bersama keluarga serta menjalani aktivitas seperti biasa.

“Musibah ini tentu meninggalkan duka yang mendalam bagi kita semua. Semoga keluarga korban yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran, sementara mereka yang masih menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT,” ungkap Muliadi.

Menurutnya, peristiwa tersebut hendaknya menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat kepedulian dan persaudaraan. Ia mengingatkan bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam memahami setiap peristiwa yang terjadi, sementara segala sesuatu pada akhirnya berada dalam ketetapan Allah SWT.

“Di balik setiap peristiwa, kita sebagai manusia hanya mampu berikhtiar dan mengambil hikmah. Baik dan buruk adalah bagian dari ketetapan serta takdir Allah SWT,” ujarnya.

Di tengah suasana duka, Muliadi mengajak masyarakat untuk tidak larut dalam saling menyalahkan. Sebaliknya, ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk menunjukkan rasa kemanusiaan dengan saling membantu dan memberikan dukungan kepada keluarga korban.

“Sebagai sesama anak Totabuan, mari kita bergandengan tangan. Jangan sampai musibah ini justru membuat kita terpecah. Mari saling asah, asih, dan asuh,” katanya.

Ia menilai semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Mototompiaan, Mototabian bo Mototanoban, yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bolaang Mongondow Raya.

“Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah bagaimana kita menunjukkan kepedulian dan rasa persaudaraan. Mari bersama-sama menjaga nilai Mototompiaan, Mototabian bo Mototanoban dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

Muliadi berharap tragedi tersebut menjadi pelajaran bersama agar keselamatan dan kepentingan masyarakat senantiasa menjadi perhatian utama dalam setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Ia kembali menyampaikan duka cita kepada keluarga seluruh korban dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan para korban.

“Semoga mereka yang telah berpulang mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan seluruh korban yang masih dirawat segera diberikan kesembuhan. Aamiin,” pungkasnya.

(Rendy).