BENGKULU, eWarta.co – Universitas Bengkulu (UNIB) mengukuhkan enam guru besar dalam Sidang Terbuka Senat yang digelar di Gedung Serba Guna UNIB, Rabu (22/7/2026). Prosesi akademik tersebut dihadiri Anggota DPD RI/MPR RI Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., pimpinan universitas, sivitas akademika, keluarga guru besar, dan tamu undangan.
Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., mengatakan pengukuhan guru besar merupakan momentum istimewa, baik bagi universitas maupun bagi para akademisi yang berhasil mencapai jabatan fungsional tertinggi. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi refleksi dari perjalanan panjang yang dilandasi dedikasi, integritas, dan pengabdian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, proses meraih jabatan guru besar saat ini jauh lebih ketat dibandingkan sebelumnya. Selain wajib bergelar doktor, calon guru besar juga harus memenuhi persyaratan publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi, dengan minimal dua publikasi sebagai syarat pengajuan.
"Pengajuan guru besar merupakan ujian integritas, konsistensi, dan semangat. Standarnya terus meningkat sehingga pencapaian ini menjadi bukti kualitas akademik seorang dosen," ujar Indra.
Rektor menyebutkan, dengan dikukuhkannya enam guru besar, jumlah profesor di Universitas Bengkulu kini bertambah menjadi 92 orang. Ia optimistis jumlah tersebut akan terus meningkat seiring berkembangnya kualitas sumber daya manusia dan budaya akademik di lingkungan kampus.
Enam guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Fahrudin Js Pareke, S.E., M.Si. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. Amancik, S.H., M.Hum. dari Fakultas Hukum, Prof. Dr. Evi Maryati, S.Si., M.Si. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Prof. Dr. Slamet Widodo, S.E., M.S. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. Evelia Kontesa, S.H., M.Hum. dari Fakultas Hukum, serta Prof. Dr. Hendri Hestiawan, S.T., M.T. dari Fakultas Teknik.
Menurut Indra, bertambahnya jumlah guru besar tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik universitas, tetapi juga menjadi bukti bahwa budaya keilmuan terus tumbuh dan berkembang di UNIB. Ia berharap para profesor yang baru dikukuhkan mampu memperkuat ekosistem riset serta menghasilkan inovasi yang memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah, nasional, hingga tingkat global.
Rektor menegaskan jabatan guru besar bukan akhir dari perjalanan akademik. Sebaliknya, jabatan tersebut merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus menghasilkan penelitian, inovasi, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Guru besar bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kami berharap para profesor terus melahirkan karya terbaik, menjadi inspirasi bagi generasi muda, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," katanya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada keluarga, kolega, mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan akademik para guru besar hingga mencapai jabatan profesor. Indra berharap pengukuhan ini semakin memperkuat komitmen Universitas Bengkulu menjadi perguruan tinggi yang unggul, berbudaya, bereputasi internasional, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.










