BENGKULU, ewarta.co - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dinilai mempunyai peran strategis dan besar dalam mendorong pertumbuhan perekonomian di Provinsi Bengkulu.
Dikatakan oleh Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Anzori Tawakal, hal ini dibuktikan dengan data BPS di triwulan kedua, yang menunjukkan dari sektor konsumsi UMKM sebesar 62 persen.
"Artinya sudah terbukti, UMKM sangat strategis dan penting, oleh karena itu, maka pengembangan UMKM ini harus kita dorong untuk terus tumbuh dan berkembang," katanya, Jum'at (15/11).
Namun persoalannya, lanjutnya, harus dengan minimal ada empat hal, yaitu produk, Sumber Daya Manusia, pasar serta yang terakhir terkait dengan pembiayaannya.
Untuk skema-skema pembiayaan yang relatif bisa memberikan solusi bagi para pelaku UMKM yaitu KUR, yang melalui bank-bank pemerintah ataupun bank daerah, ada juga UMI, yang nilai suku bunganya relatif kecil yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan melalui PT Pegadaian.
"Kalau Provinsi, itu berjumlah 42.415 UMKM dengan menyerap tenaga kerja sekitra 59 ribu orang, kan luar biasa," tambahnya.
Idelnya, pengembanga UMKM itu harus minimal lima persen dari jumlah penduduk Bengkulu, itu berarti ada sekitar 100 ribu dari dua juta jiwa lenduduk Bengkulu.
Artinya, Bengkulu harus mengembangkan dan meningkatkan secara bertahap ke angka 100 ribu UMKM dari jumlah 42.415 UMKM tadi.
"Kalau di 42 ribu kurang lebih menyerap tenaga kerha 59 ribu orang, kalau 100 ribu berarti dua kali lipat kan, bererti menyerap 110 ribu tenaga kerja, ini kan luar biasa, artinya persoalan pengangguran bisa terjawab, persoalan mereka mendapatkan gaji dari sektor UMKM ini sangat terjawab," terangnya. (Nay)









